Sikapi Bangkai Ikan, Massa Pejuang Danau Toba Datangi Kantor Bupati Tobasa

0
385
Ratusan warga Sirungkungon yang bergabung dengan Pejuang Danau Toba, menggelar aksi unjuk rasa, di halaman kantor Bupati Tobasa, Senin (4/2/2019). (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tobasa (Sumut)

Ratusan warga Sirungkungon yang bergabung dengan Pejuang Danau Toba, menggelar aksi unjuk rasa, di halaman  kantor Bupati Tobasa, Senin (4/2/2019).

Massa  menuntut agar perusahaan perusak Danau Toba agar segera ditutup, sebelum semuanya tercemar. Unjuk rasa ini dilakukan terkait penemuan karung berisi ikan busuk di dasar Danau Toba hingga masyarakat sekitar, kuatir menggunakan air Danau Toba.

Masyarakat juga meminta Pemerintah Pusat agar PT Aquafarm ditutup, karena diduga mencemari Danau Toba. Sejak beroperasi mulai tahun 1998 lalu, warga di sekitar proyek pembesaran ikan nila tersebut, merasakan bau busuk yang menyengat sampai – sampai tidak mau lagi mengkonsumsi air Danau Toba.

Ratusan warga Sirungkungon yang bergabung dengan Pejuang Danau Toba, menggelar aksi unjuk rasa, dengan membawa poster berisi tuntutan, di halaman kantor Bupati Tobasa, Senin (4/2/2019). (Foto/Stg)

Para demonstran datang dengan megunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka serta kapal bermotor dari Sirungkungon menuju Tobasa.

Tampak massa membentangkan spanduk dan poster yang intinya meminta operasional PT Aquafarm ditutup.

Perusahaan itu diyakini merusak dan mencemari air Danau Toba, hingga warga sekitar terlebih wisatawan yang berlibur ke Danau Toba juga merasakan dampaknya, ucap Arimo, perwakilan massa yang ikut demo.

Ratusan warga Sirungkungon yang bergabung dengan Pejuang Danau Toba, menggelar aksi unjuk rasa, di halaman kantor Bupati Tobasa, Senin (4/2/2019). (Foto/Stg)

Hal senada disampaikan Holmes Hutapea yang menuding pencemaran itu membuat para wisatawan jadi enggan berlibur ke Danau Doba. Sementara pemerintah ingin mendatangkan wisatawan 2 juta orang, bagaimana mungkin itu terjadi, kalau Danau Toba tercemar terus menerus, ungkap Holmes.

Sampai berita ini diturunkan, baik Bupati dan Wakil Bupati Tobasa belum juga menemui para demonstran. (Stg)