Siswa SMP Babak Belur Di Hajar Di Dalam Ruangan Kelas, Gurunya Kemana…???

0
552
IMG_20180128_123836
Dijual Rumah

Buktipers.com – Batang Hari (Jambi)

Seorang siswa salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 33 Batang Hari bernama  Windy Riski alias Dedek (15) warga Desa Ture Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari, Jambi diduga dianiaya temannya sendiri yang bernama Andi Arian

“Saat ini kasus tersebut masih ditangani, dan kami hanya menengahi dan menyarankan agar kedua pihak damai. Karena mereka masih di bawah umur,” ujar Pembantu Penyidik Polsek Pemayung Brigadir Robin Setiawan Sabtu (27/01/2018)

Kronologi kejadiannya dari keterangan korban,bahwa korban didalam kelas lagi belajar dan kursinya di goyang goyang oleh pelaku
korban bilang jangan lagi saya lagi belajar

Merasa di tegur  korban pelaku langsung memukul kepala di dekat kuping sebanyak 3 kali
Bahkan kepala korban sempat dipukul menggunakan tangan dari belakang Mendapatkan perlakuan itu, Dedek tidak bisa melawan, dan hanya berusaha menghindar saja.

Sontak hal itu menjadi tontonan bagi beberapa orang teman mereka, tanpa ada satupun yang melerai mereka. Setelah mendapatkan perlakuan tersebut,
Sambil menangis menahan rasa sakit Dedek langsung pulang dan mengadu pada orang tuanya. Keluarga yang tidak terima langsung melaporkan hal itu ke Polsek Pemayung

“Kami tidak terima perlakuan pelaku, saya tetap ingin kasus ini berlanjut,” ucap orang tua dari Windy Riski  yaitu Bapak M.Kasim Sabtu (27/01/2018
Saat ditemui wartawan Buktipers. Com
Dan ingin permasalahan ini supaya diproses secara hukum

Padahal dia sekeluarga sudah beritikad baik dengan memanggil orang tua pelaku tetapi orang tua pelaku malah berkelit menyatakan bahwa anaknya tidak ada memukul anaknya
Bahkan dengan pongahnya dia berkata”silahkan lapor ke polisi saya tidak takut ujarnya”

Dan pak kasim juga mencoba bersabar dengan mencoba meminta penyelesaian di desa dengan menemui Kepala Desa untuk meminta bantuan supaya memanggil keluarga pelaku ke rumah Kepala Desa memediasi permasalahan antara anaknya dan pelaku. Lagi lagi orang tua pelaku tidak datang malah mengutus adiknya dan menyampaikan bahwa jika ingin melapor silahkan melapor ke polisi

Terpisah Ketua DPC LSM ABRI  Kabupaten Batang Hari ”Arifin SPi saat melakukan pendampingan terhadap korban di Mapolsek Pemayung mengatakan bahwa ”Walaupun pelaku adalah anak di bawah umur tapi tetap perbuatannya adalah pelanggaran hukum. Dan orang tua wajib memberikan arahan kemana arah yg bagus untuk di lakukan

Karna Anak adalah masa depan bangsa. Karena merupakan masa depan bangsa, maka anak perlu mendapat perhatian khusus demi pertumbuhan dan perkembangan dirinya menuju kedewasaan yang baik dan bermartabat. Usia 18 tahun menjadi penentuan batas usia anak di bawah umur menurut hukum pidana dan 21 tahun menurut hukum perdata ujarnya singkat”(Arian Arifin)