SMAN 1 Pesisir Selatan Diduga Tahan Sejumlah Ijazah Siswa

0
829
Ilustrasi.
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diduga menahan sejumlah ijazah siswanya, lulusan tahun 2019.

Dalihnya, karena siswanya tidak membuat karya ilmiah yang telah ditugaskan oleh pihak sekolah.

Lekat Rasyid, salah satu orang tua siswa mengatakan, bahwa pada tahun 2018 lalu, pihak SMAN tersebut mengadakan study tour dengan biaya sebesar Rp1,950.000 pers siswa.

Dan karena keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu, anaknya terpaksa tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Munurut cerita anak saya, ada sekitar 20 siswa yang ijazahnya masih ditahan. Katanya, karena mereka tidak mengikuti study tour sehingga diharuskan membuat karya ilmiah, dan sampai sekarang ijazah itu tidak bisa diambil, disebabkan anak saya tidak membuat karya ilmiah,” terangnya.

Selain Lekat Rasyid, salah seorang wali siswa  SMAN 1 Pesisir Selatan, lulusan tahun 2019 yang meminta agar namanya tidak disebukan, juga mengatakan, bahwa sampai saat ini anaknya belum mendapatkan ijazah.

Namun dia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti, mengapa anaknya belum mendapatkan ijazah.

“Ijazah belum bisa diambil , tapi saya kurang tahu mengapa anak saya belum mendapat ijazah,” ungkapnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Sekolah SMAN 1 Pesisir Selatan, Yordi Satria SPd MPd, mengaku tidak mengetahui adanya sejumlah ijazah milik alumni murid SMAN 1 Pesisir Selatan lulusan 2019 yang belum diserahkan kepada yang berhak.

Dan menurut Yordi, bahwa belum diambilnya ijazah sebagian siswa yang telah lulus tersebut bukan ditahan, melainkan adanya kemungkinan salah paham, antara siswa atau orang tua dengan pihak sekolah.

“Saya benar-benar tidak tau, karena kalau saya tau, pasti ngak begini. Ijazah itukan haknya murid yang sudah lulus, jadi kita tidak ada alasan untuk menahannya. Begini saja bang, nanti saya tanyakan dulu sama dewan guru, berapa jumlah ijazah siswa yang belum diserahkan. Pokoknya itu akan kita serahkan, nanti saya yang mensiasatinya,” katanya, Kamis (28/11/2019), lalu.

Sayangnya, pernyataan Kepsek SMAN 1 Pesisir Selatan itu, dianggap pembohongan oleh Lekat Rasyid.

Sebab menurut Rasyid, pada Jumat (29/11/2019), anaknya sudah beberapa kali menemui guru dan Kepsek SMAN 1 Pesisir Selatan  untuk mengambil Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau yang lazim disebut ijazah, namun tetap saja tidak diberikan oleh pihak sekolah.

“Bohong itu, buktinya kemaren anaknya saya sudah beberapa kali menemui guru dan kepseknya untuk mengambil ijazahnya, tapi tetap tidak dikasih. Malahan menurut cerita anak saya, kepseknya tetap mengharuskan membuat karya ilmiah, karena kepseknya mengaku tersinggung, mengapa permasalahan ijazah itu  diceritakan kepada wartawan,” imbuhnya, seraya berharap agar dinas terkait, khususnya Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Wilayah III, bisa merespon keluhannya.

(Andi)