SMK PGRI 3 Kota Malang Launching Kelas Baru, Hamid : SMK Harus Menyesuaikan Potensi Daerah

0
205
Dirjen Kemendikbud RI, Hamid, dalam sesi wawancara dengan media, di halaman SMK PGRI 3 kota Malang. (foto/hermin/red)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Malang (Jatim)

Perkembangan dunia pendidikan saat ini bukan hanya difokuskan pada pengetahuan umum, namun pada keilmuan terapan yang bisa langsung dipraktekkan, bahkan membuat para lulusannya untuk siap langsung di dunia kerja dan industri.

Hal ini pula yang akhirnya banyak melahirkan sekolah kejuruan atau biasa disebut SMK (Sekolah Menegah Kejuruan) tidak jauh berbeda dengan  sekolah pada umumnya. Tapi SMK lebih fokus pada program pendidikan yang nantinya bisa mereka terapkan langsung pada saat mereka lulus sekolah.

Hal ini pula yang disampaikan oleh kepala sekolah SMK PGRI 3 kota Malang, Lukman saat launching jurusan baru, Sabtu (13/4/2019), lalu, di aula sekolah.

Katanya,  ini adalah launching yang kesekian kalinya mereka lakukan.

“Kali ini, kelas baru adalah hasil kerjasama kami dengan Yamaha Musical Products Indonesia (YMPI Class), Class Acceleration. Pada dasarnya, kami ingin paradigma masyarakat, bahwa SMK sebagai alternatif pilihan terakhir untuk pendidikan tingkat menengah atas itu tidak terjadi lagi. Disamping itu, kami juga ingin pemikiran masyarakat, bahwa SMK sebagai penyumbang pengangguran juga hilang dan berganti. Bahwa memilih sekolah di SMK adalah tujuan utama dan lulusan SMK adalah manusia yang siap mandiri,”jelasnya.

Dirjen Kemendikbud RI, Hamid, menyatakan, bahwa apa yang dilakukan SMK PGRI 3 itu, selaras dengan jaringan yang dibangun antara pemerintah dan industri di tingkat nasional. Kemudian diemplementasikan secara mikro melalui kerjasama yang dibangun melalui SMK dengan dunia usaha, serta industri.

Sesi foto bersama setelah launching kelas baru di SMK PGRI 3 kota Malang. Tampak memakai jas hitam kepala sekolah SMK PGRI 3, Lukman, diapit sebelah kanan Dirjen Kemendikbud dan jajaran manajeman PT Astra, Yamaha, dan Najwa Electric. (foto/hermin/red)

Semua itu dilakukan tidak hanya untuk tujuan praktek kerja, namun lebih jauh untuk mempersiapkan tenaga kerja bagi usaha serta industri tersebut, katanya.

Dari 14 ribu SMK yang ada di Indonesia, baru 3,9 ribu saja yang telah bekerjasama langsung dengan industri.

Maka kedepan, Kemendikbud RI akan menindak lanjuti, agar lebih banyak lagi SMK yang bekerjasama dengan industri, supaya mampu menjamin penyerapan tenaga kerja melalui program itu, tegasnya.

Kalau tentang pengajaran apa saja yang kemudian mampu untuk mengcover kepentingan penyerapan tenaga kerja dari lulusan SMK, maka sekolah perlu jeli dan menyesuaikan jurusannya dengan potensi daerah yang ada, ujarnya.

Semisal daerah yang potensi lautnya besar, tentunya harus ada jurusan industri pengelolaan hasil laut dan sebagainya. Sehingga nantinya ketika mereka lulus, mereka bisa menerapkan pengetahuannya melalui pekerjaan di usaha industri atau bahkan membuka industri mandiri, paparnya.

(hermin/red)