Soal Anggaran Penanganan Covid-19, Ini Kata Sekda Labuhanbatu

0
57
Sekdakab Labuhanbatu, Ir M Yusuf Siagian.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Dari zona hijau sampai mengarah ke new normal, kini Labuhanbatu menjadi zona kuning.

Itu ditandai dengan bertambahnya jumlah warga yang diduga terkena Covid-19 dari sebelumnya.Sedangkan rencana anggaran untuk penanganan Covid-19 di Labuhanbatu cukup besar.

Pemkab Labuhanbatu merencanakan anggaran sebesar Rp 97 milyar untuk menangani dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dana itu berasal dari refocusing dana APBD, seperti yang telah diatur melalui Permendagri Nomor 20/2020.

Seperti yang dikatakan Sekdakab Labuhanbatu, Ir M Yusuf Siagian, menjawab wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2020), pukul 10.00 WIB.

“Direncanakan sebesar Rp 97 Milyar, dan yang sudah direalisasikan sekitar Rp 17 Milyar,”ujarnya.

Dijelaskannya, dana yang sudah terpakai untuk penanganan Covid-19 sebanyak  Rp 17 milyar. Termasuk untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat Labuhanbatu.

Sayangnya, Sekdakab Labuhanbatu yang baru menjabat sekitar sebulan lalu itu, tidak menjelaskan apa saja kegiatan Pemkab yang mengunakan dana Rp 17 Milyar dimaksud.

“Kalau itu, rinciannya saya kurang tahu, tanyakan ke seketariat gugus tugas Covid-19, mereka yang bisa menjelaskan datanya secara rinci.Tetapi Perbup mengenai Covid-19 itu, saya yang usulkan dan sudah disahkan DPRD,”jelas M Yusuf.

Terpisah, Kaban Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu, Atia Muktar Maulana yang  juga sekretaris gugus tugas Covid-19 saat ditemui, Selasa (22/9/2020), tidak berada di kantor.

“Pak Kaban tidak ada di kantor pak,”jawab salah satu pegawai lagi piket di pos jaga BPBD yang tidak mau menyebutkan namanya, Selasa (22/9/2020), lalu.

Begitu juga saat ditanya, siapa yang bertugas di seketariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, petugas piket yang mengunakan seragam BPBD itu, kelihatan bingung. “Masih aktif pak,”ujarnya saat wartawan menanyakan, apakah seketariat gugus tugas dimaksud masih aktif atau tidak.

 

(Syafii Harahap)