Soal Dugaan Pungli di SMKN 1 Penawartama, Ini Kata Kepala Sekolah

0
37
Kepsek SMKN  1 Penawartama, Ristiana, S.Pd, M.M.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN  1 Penawartama, Ristiana, S.Pd, M.M, akhirnya angkat bicara atas pemberitaan awak media terkait dugaan pungutan liar (Pungli) di sekolah itu.

Dia membenarkan soal adanya surat edaran, yaitu Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung nomor 420/1062/V.01/DP.2/2020  yang isinya agar tidak melakukan penarikan SPP atau sumbangan lainnya terhadap wali murid peserta didik di saat masa pandemi Covid – 19

“Benar ada surat edaran, berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung nomor 420/1062/V.01/DP.2/2020 yang berisikan, dalam rangka meningkatkan aksesabilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, serta pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, diminta kepada kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Provinsi Lampung, penerima dana BOS reguler dan BOSDA, untuk tidak melakukan penarikan SPP atau sumbangan lainnya terhadap wali murid peserta didik, “jawabnya.

Menurutnya, pihak sekolah tidak mengabaikan surat edaran itu, tetapi mereka belum mengetahui tentang hal itu.

Setelah kami tau, jika ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, maka pihak sekolah tidak melakukan sedemikian seperti yang ada dipemberitaan beberapa hari yang lalu, katanya.

Kami pun melakukan tarikan berdasarkan PP 48 dan PP 75 tentang komite sekolah serta PP 48 tentang tanggungan biaya pendidikan yang dibebankan kepala wali murid. Dan yang jelasnya, saya melakukan itu ada dasarnya, ujarnya.

Setelah pihak sekolah mengetahui surat edaran dari Dinas Pendidikan, maka semuanya tidak dilakukan kembali oleh pihak sekolah, tandasnya.

“Pemberitaan itu memang tidak ada yang salah, namun tetapi sekarang, pihak sekolah sudah tidak melakukannya kembali seperti didalam pemberitaan itu, setelah kami menggetahui tetang surat edaran dari dinas. Untuk sekarang, kami berupaya untuk menyiasati mengelola dana BOS dengan baik dan semaksimal mungkin. Karena tenaga guru honorer di sekolah cukup banyak. Di masa pandemi Covid-19 belum berakhir, tetapi proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Penawartama, kita beradaptasi dengan kondisi pada saat ini, “ucapnya.

(JN)