Soal Pengelolaan Parkir di Pasar Pulung Kencana, Ini Kata Kadishub Tubaba

0
39
Marwan Aziz.
Dijual Rumah

Tulang Bawang Barat, buktipers.com – Pengelolaan parkir Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dikoordinir Hendrawan, selaku Kepalou Tiyuh setempat, dipastikan ilegal dan penarikan uang parkir selama ini, murni pungutan liar (Pungli). Polisi harus menangkap Hendrawan dan para petugas parkir.

“Kalau pengelolaan parkir itu mutlak milik Pemda. Boleh pihak Tiyuh mengelola, tetapi kerjasama dengan Pemda/Dishub, tetapi pihak Tiyuh tidak pernah mengirimkan surat permohonan kerjasama,”kata Marwan Aziz, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Tubaba, di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2021).

“Memang pihak Tiyuh sudah pernah ke Dishub untuk membahas pengelolaan parkir, tetapi secara hitam putihnya belum ada. Waktu itu, saya minta pihak Tiyuh untuk menyetorkan siapa petugas parkirnya agar kami buatkan surat perintah tugas (SPT) karena petugas penglola parkir harus memiliki SPT. Tetapi sampai saat ini, pihak Tiyuh tidak pernah memenuhi permintaan tersebut,”sambung Marwan.

Sudah itu, lanjut dia, pada Rabu (6/1/2021), pihaknya dipanggil hearing oleh DPRD Kabupaten Tubaba, sehingga keputusan hearing juga harus mengedepankan hak-hak pihak ketiga, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang salah satunya bersumber dari retribusi parkir Pasar Pulung Kencana yang ditenggarai digelapkan oleh Hendrawan.

“Jadi kami menunggu apa hasil hearing dari DPRD. Kalau rencana saya, itu akan kita tarik semua ke Dishub, tetapi nanti kita nunggu hasil keputus DPRD besok. Mudah-mudahan, besok ada titik temu,”cetusnya.

Perlu di ketahui, sambung Marwan, selama dua tahun dari awal 2019 sampai saat ini, pengola parkir di Pasar Pulung Kencana tersebut, tidak memeliki SPT dari Dinas Perhubungan.

“Sebelumnya Dishub sudah pernah memanggil kedua belah pihak secara bergantian, dan rapat itu dihadiri Kepalou Tiyuh, Dishub, bagian hukum dan Camat Tulang Bawang Tengah, tetapi kalau pak Syahnuri, dihadiri oleh Bagian Hukum dan Dishub saja. Sementara, hasil pemanggilan tersebut, apa yang sudah disepakati harus dipenuhi oleh Kepalou Tiyuh,”tuturnya.

Marwan mengaku, dari pihak Dishub tidak berani lebih dalam lagi karena hal ini sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian, jangan sampai nanti mengacaukan kepolisian.

“Misalnya saya mengambil kebijakan ini merugikan pihak Tiyuh, saya mengambilkan kebijakan ini merugikan pak Syahnuri, jadi saya tidak mau itu terjadi, jangan sampai saya memihak salah satu,”terang dia.

Marwan kembali mengulas, kalau sesuai dengan aturan pemungutan uang parkir harus resmi, yaitu memiliki SPT dari Dishub. Apabila pemungutan tersebut tidak memiliki SPT, maka termasuk pungli.

“Saya waktu itu sudah minta surat dari dia (Kepalou Tiyuh Pulung Kencana) supaya dia mengirimkan orang-orang yang akan bekerja diparkir itu agar saya buatkan SPT, tetapi sampai saat ini surat itu tidak pernah dijawab Kepalou Tiyuh,”pungkasnya.

 

(JN)