Soekirman Berbagi Tips dalam Meminimalisir dan Mengelola Konflik di Daerah

0
142
Bupati Sergai, Soekirman, saat menjadi narasumber “Talkshow Zero Conflict Leader”yang dibuka Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Drs. Efi Brata Madya, M.Si, di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Medan, Sumatera Utara, Jum'at (22/2/2019).
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Kabupaten Sergai sebagai daerah minim konflik, bagamimana pemimpin dapat meminimalisir dan mengelola konflik di daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Sergai, Soekirman, saat menjadi narasumber “Talkshow Zero Conflict Leader”yang dibuka Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Drs. Efi Brata Madya, M.Si, di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Medan, Sumatera Utara, Jum’at (22/2/2019).

Masih kata Bupati Sergai, bahwa Srgai diberi penilaian dari luar sebagai daerah minim conflict. Bagaimana mengelola daerah, sehingga minim conflict, ucapnya.

Sebagai pelayan publik terkadang seorang pejabat tidak boleh melakukan kesalahan. Karena ketika ada di jalur publik, penilaian negatif akan lebih mudah muncul, dibanding apresiasi atas hal positif. Untuk itu kami sangat mengapresiasi penilaian yang diberikan oleh Patron Institue kepada kami, ungkapnya.

“Konflik bisa diminimalisir jika pempimpin selalu mengikuti aturan main atau ketentuan yang berlaku,”tegasnya.

Dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa pembagian tugas,  antara Bupati dan Wakil Bupati. Jika mengikuti aturan dan batas kewenangan, maka tidak akan terjadi konflik.

“Pemimpin adalah mediator, sehingga harus mampu memediasi jika ada potensi konflik yang mungkin terjadi,”ujarnya.

Strategi penanggulangan konflik yaitu : Chemistry yang baik, Populis,      Popularitas,Integritas, Kapasitas, Elektabilitas, dan isi tas (kemampuan finansial), paparnya.

Direktur Eksekutif Patron Institute, Fajar Siddik, menjelaskan, Patron Institute adalah lembaga pelatihan, penelitian dan pengembangan jaringan pembangunan.

Melalui beberapa diskusi kecil dan identifikasi khusus untuk menetapkan tema zero conflict leader dalam talkshow ini yaitu dilakukan pada masyarakat dengan usia 25 tahun.

Pada tahun 1985, Soekirman sudah memprakarsai pompa pembangkit air bersih tanpa mesin dan mengalirkan air bersih, di Desa Kotarih Pekan Kecamatan Kotarih, katanya.

Tokoh yang muncul dari masyarakat biasa dan memiliki kualitas kepemimpinan, karena ingin berbuat bagi rakyat. Dalam masa kepemimpinannya tidak ada konflik yang dianggap berarti di kabupatennya, sehingga Patron menganggap layak diidentifikasi sebagai zero conflict leader, katanya.

Faisal Riza, Pemikir Politik Islam Kepemimpinan, membawakan materi konflik dan cara mengelolanya. Isu yg sering muncul adalah perpecahan antara pemimpin dan wakilnya. Dan jika ini terjadi maka konflik akan berdampak luas. Sehingga pemimpin harus memiliki kemampuan mengelola konflik dam mencegah potensi konflik terjadi bahkan sebelum konflik tersebut terjadi, ucapnya.

(ML.hrp/Rls)