SOKSI Madina Ingatkan Semua Pihak Jangan Perkeruh Situasi

0
466
IMG-20180202-WA0034
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Madina (Sumut)

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menghimbau semua elemen masyarakat supaya menghormati dan menunggu proses hukum terkait pembangunan Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Sirisiri Syariah (TSS) yang berada di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Madina.

DPD Soksi juga mengingatkan semua pihak supaya jangan memperkeruh situasi apalagi memperalat polemik taman raja batu dan tapian siri-siri syariah untuk kepentingan politik.

Apalagi belakangan ini banyak kalangan yang berasumsi dana pembangunan dua proyek tersebut hasil dari korupsi yang merugikan Negara sekitar Rp 8 miliar.

“Polemik ini terlalu naif dipersoalkan, karena kita semua sama-sama ketahui bahwa TRB dan TSS itu sangat banyak manfaatnya, seperti tempat berbagai acara dan kegiatan masyarakat maupun pemerintah daerah,” kata Ketua Depidar Soksi Nazaruddin Lubis melalui Sekretaris, Muhammad Syafril Pulungan kepada Wartawan, Jum’at (2/2/2018) di Panyabungan.

Dijelaskannya, Dahulu tempat ini hanya semak belukar, tapi coba kita perhatikan sekarang tempat tersebut sudah dibangun sedemikian rupa menjadi tempat yang indah dan masyarakat bisa menikmati keindahannya. Jangankan masyarakat Madina, masyarakat luar daerah pun berebut ingin mengunjungi TRB dan TSS,” jelasnya.

Syafril mengungkapkan, Soksi Kabupaten Madina sebelumnya sudah sering berdiskusi mengenai pemanfaatan TRB dan TSS yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah juga membuka peluang usaha bagi masyarakat apabila ditata kelola dengan baik.

“Dua situs karya Bupati Madina itu punya nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan PAD juga membuka peluang usaha. Misalnya retribusi parkir, biaya kebersihan, dan sangat tepat sebagai pusat promosi produksi ekonomi kreatif daerah (UMKM),” ungkapnya.

Menurut kami, jangan hanya melihat kesalahannya atau kelemahan pembagunan TRB dan TSS, tetapi kita juga perlu melihat nilai positif dan manfaatnya juga.

“Kami menghimbau kita jangan lagi memelihara sifat dengki, hasyut menghasyut dan selalu melihat nilai negatif dan sudut kesalahannya saja, sebaliknya mari kita saling membahu dan berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Madina ke depan, dan kami meminta kepada semua pihak supaya polemik terkait TRB dan TSS tidak dijadikan sebagai alat politik yang bisa merugikan pembangunan daerah,” pinta mereka.

Disamping itu, Soksi Madina juga berharap Pemkab Madina agar tetap fokus melanjutkan program pembangunan yang sudah terencana dengan baik, seperti kelanjutan pembangunan Bandara Bukit Malintang, perubahan status STAIM menjadi Negeri, dan program lainnya.

“Mari kita dukung program pembangunan yang dicanangkan Pemkab Madina, namun kita juga berharap supaya Bupati dan pak Wakil Bupati Madina juga mendengar aspirasi masyarakat di tingkat bawah, agar program pembangunan ke depan tepat sasaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madina secara keseluruhan,” ajak mereka. (Ef/Red)