Sosok Novi Amelia, Model Asal Tebingtinggi yang Tewas Bunuh Diri di Apartemen Kalibata City

0
2
Novi Amelia usai mengikuti sidang pembacaan tuntutan di PN Jakarta barat, Selasa (17/9/2013) lalu. Novi Amelia ditemukan tewas jatuh dari Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2022) pagi. (Foto Dok: SINDOnews)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Model cantik asal Tebingtinggi, Novi Amelia (35), tewas bunuh diri di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2022) pagi. Korban bernama asli Linda Astuti itu diduga bunuh diri karena depresi.

Jenazah korban sudah dibawa ke RS Fatmawati untuk proses autopsi. Rencananya jenazah Novi Amelia dibawa ke kampung halamannya di Kota Tebingtinggi, Sumatra Utara (Sumut).

Novi Amelia ditemukan tewas usai melompat dari depan kamarnya di lantai delapan. Korban ditemukan tewas Rabu pagi, pukul 05.00 WIB. Model majalah dewasa itu diduga nekat mengakhiri hidup karena depresi. Namun, polisi masih mendalami lebih lanjut penyebab korban depresi.

“Informasi dari keluarganya begitu. Jadi, identitas yang kami temukan itu Linda Astuti dan ternyata informasinya itu alias Novi Amelia,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Perempuan kelahiran 1 Januari 1987 ini diketahui mengalami depresi sejak lama dan kerap kambuh. Aksinya beberapa kali membuat heboh. Dia pernah menabrak tujuh orang warga di Jakarta Barat pada 2012 hingga divonis 6 bulan kurungan dengan masa percobaan 1 tahun.

Novi Amelia juga mengamuk di indekosnya pada tahun 2013 silam. Selain itu, pernah mengamuk di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, hingga mengancam buka baju pada 18 November 2013. Novi kembali ngamuk di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Novi Amelia divonis PN Jakarta Barat hukuman enam bulan tanpa masa tahanan dan satu tahun masa percobaan pada 7 Januari 2014 karena terbukti melanggar Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dia juga pernah diamankan polisi pada Kamis, 8 Desember 2016 silam, di pinggir jalan kawasan Tebet, Jakarta Selatan lantaran berteriak-teriak.

Selanjutnya, dia diserahkan ke petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta.

Ayah Novi Amelia, Suhardi, dalam wawancaranya pada November 2013 lalu, dikutip dari Okezone mengatakan, anaknya pertama kali berangkat ke Jakarta pada 2005.

Keluarga terpukul mengetahui masalah Novi Amelia dari pemberitaan media massa. Saat itu, keluarga berharap Novi dapat dikembalikan kepada mereka agar dapat segera dirawat karena sedang sakit. Namun, di mata keluarganya, Novi Amelia juga anak yang sayang pada keluarga.

Sejak merantau ke Jakarta, Novi mengirimkan uang kepada orang tuanya di Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu, Tebingtinggi agar bisa membangun rumah yang lebih baik secara bertahap.

 

Sumber : iNews.id