Sosok Terduga Teroris di Kabupaten Sergai, Warga Bilang Orangnya Ramah

0
3
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris di Sumut. HO
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – AR, warga Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai adalah satu dari 17 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jaringan Anshorut Daulah (JAD) yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Dia diamankan pada Jumat (22/7/2022) usai melaksanakan salat maghrib di musala Nurushofa tak jauh dari rumahnya.

Diketahui, AR merupakan warga pendatang yang baru saja bermukim di Dolok Masihul sekitar 5 bulan yang lalu.

Dia tinggal bersama satu orang istri dan tiga orang anaknya.

Setiap harinya AR diketahui bekerja sebagai montir bengkel miliknya dan juga mengajar mengaji.

Muhammad Herwin  warga setempat mengenal sosok AR orang yang baik dan pendiam.

Kata dia, AR juga dikenal cukup aktif bersosialisasi dengan warga di sana.

“Dia punya bengkel reperasi shock breaker, mobil dan sepeda motor, dan kalau malam guru ngaji tahsin, dan terkadang siang juga dipanggil ngajar ngaji ke Tebingtinggi. Orangnya baik, ramah, dan ilmu quran baik,” kata Herwin kepada Tribun, Selasa (26/7/2022).

Herwin sendiri baru saja mengenal AR sekitar tiga bulan lalu. Dia semakin mengenal AR ketika turut membantunya mengajar mengaji di Masjid Ismailiyah.

Singkat cerita, antara Herwin dan AR bertemu dan kemudian AR menjadi guru mengaji khusus orang dewasa dengan mengajarkan Tahsin Al Quran.

“Awalnya kenal itu dari FB tahunya dia buka bengkel perbaikan shock untuk mobil dan kreta. Lalu awal posting tentang Masjid Ismailiyah kebetulan awak pengurusnya perlu guru mengaji,”

“Oleh beliau itu dibalas komen saya di FB. Lalu datanglah beliau ke masjid seminggu kemudian, lalu kami bercerita dia dari mana asalnya. Ternyata dia asal dari Dusun II. Kemudian dia ngajar ngaji,” kata Herwin.

Oleh karena itu mendengarkan AR ditangkap Densus 88  Herwin cukup terkejut.

Kata dia selama mengenal AR, dia tidak pernah menyinggung soal jaringan terorisme atau mengajarkan paham paham radikalisme.

“Kalau dengar itu yang terkejut, karena dia engak pernah bang sama sekali (menyingung terorisme) enggak pernah. Bahkan kalau kami bicara tentang HRS, tentang politik beliau gak pernah menanggapi serius. Paling dia bilang oh saya kenal itu sama ustadz ini yang anggota FPI, enggak ada bahas yang lain,” kata dia.

Sebelumnya Densus 88 menangkap AR di atas sepeda motor miliknya saat hendak menuju rumah usai melaksanakan salat maghrib.

Selain mengamankan AR polisi juga memeriksa seisi rumah dan mengamankan sejumlah kitab-kitab yang memiliki kaitan erat dengan jaringan terorisme.

Selain AR, tim Densus 88 juta mengamankan dua terduga teroris yang ada di Sumatera Utara. Ketiganya kemudian diperiksa di Mapolda Sumut.

 

Sumber : tribunnews.com