Stadion Sangnaualuh Siantar Hancur Lebur, Uang Rakyat Puluhan Miliar Terbuang Sia-sia

0
2
Kondisi Stadion Sangnaualuh Kota Siantar hancur lebur, Selasa (28/6/2022). Kondisi bangunan roboh dan atap hilang. TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Dijual Rumah

Siantar, buktipers.com – Stadion Sangnaualuh Kota Siantar, yang berada di Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara hancur lebur.

Padahal, pembangunan Stadion Sangnaualuh Kota Siantar ini menghabiskan dana yang cukup fantastis hingga puluhan miliar.

Sayangnya, Stadion Sangnaualuh Kota Siantar itu kini sudah tak berbentuk lagi.

Hampir seluruh bangunan dirobohkan.

Dari amatan Tribun-medan.com, atapnya tidak ada.

Rangka atap juga telah raib.

Selain itu, kontruksi bangunan tempat duduk untuk penonton hilang.

Kondisi stadion ini pun diperparah dengan tumbuhan semak belukar di tengah lapangan.

Rumput lapangan yang meninggi nyaris menutupi seluruh areal lapangan.

Kabid Cipta Karya dan Infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Pematangsiantar – Musa Silalahi yang dikonfirmasi Tribun Medan menyampaikan pihaknya akan melakukan cek ke lokasi.

“Saya sedang perjalanan ke Siantar, besok kita sampaikan keterangannya, ya, bang,” ujar Musa yang tengah melanjutkan pendidikan dan latihan (diklat) kepemimpinan III ini.

Berdasarkan informasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Siantar sudah menghabiskan anggaran perbaikan (rehabilitasi) stadion sekira Rp 22 miliar.

Anggaran yang dihabiskan Dinas PUPR bersumber dari anggaran tahun jamak 2017, 2018, 2019 dan terakhir tahun 2021 yang lalu.

Aksi pencurian terhadap sarana dan prasarana stadion Sangnaualuh sudah berulang kali terjadi.

Bahkan stadion kerap dijadikan lapak orang tak bertanggungjawab untuk mengonsumsi narkotika.

Dugaan Gagal Kontruksi

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pematangsiantar Denny Siahaan menyayangkan adanya pembiaran yang dilakukan Dinas PUPR. Sebab, sudah miliaran uang dihamburkan untuk pembangunan stadion, nyatanya tak bermanfaat apa-apa.

“Sangat disayangkan hal itu bisa terjadi, seandainya anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan yang lain, yang jauh lebih berdampak baik terhadap masyarakat,” katanya.

“Untuk hal ini, akan kami pertanyakan dalam RDP selanjutnya, siapa yang akan bertanggung jawab dalam permasalahan ini. Bila tidak ada solusi maka kami akan meminta bantuan agar APH turun tangan dalam persoalan ini,” kata politisi PDI-P ini.

Sementara itu, Ketua DPC Pijar Keadilan Carles Siahaan meminta Polres Siantar untuk menelusuri hancurnya Stadion Sangnaualuh. Permintaan itu ia sampaikan, karena ia meragukan, hancurnya bangunan stadion hanya karena aksi pencurian besi.

Carles justru menduga ada kegagalan kontruksi pada proyek stadion.

“Sebaiknya kita tidak langsung percaya, kalau itu hanya karena pencurian besi. Sebaiknya ditelusuri oleh polisi. Karena ada dugaan gagal kontruksi,” tutur Carles Siahaan.

 

Sumber : tribunnews.com