Beranda Hukum Suami Akhiri Hidup di Pohon Coklat, Diduga karena Ini

Suami Akhiri Hidup di Pohon Coklat, Diduga karena Ini

54
0
Mayat korban saat masih di TKP dan foto mayat korban saat diperiksa tenaga medis.

Lampung Timur, buktipers.com – Wantiyah (57) menjerit histeris saat menjumpai suaminya, Cahyo (61), tewas tergantung, di pohon coklat yang berada di samping rumah korban, di Dusun III, RT/RW 007/003, Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Senin (21/10/2019), sekitar pukul 06.00 WIB.

Sebelum korban ditemukan tewas tergantung, istri korban masih melihat korban keluar dari kamar, sekira pukul 04.30 WIB.

Karena seperti  biasanya, korban melaksanakan sholat subuh, di masjid yang berdekatan dengan rumah korban.

Dan sekitar pukul 05.45 WIB, saat istri korban terbangun dari tidurnya dan kebiasaan korban setelah sholat subuh kembali lagi tidur, di kamar, namun istri korban tidak melihat korban di sampingnya.

Baca Juga!  Pangdam, Gubernur dan Kapolda Kalbar Beri Pembekalan Pasis Dikreg LVII Seskoad

Istri korban pun mencarinya di dalam rumah, namun tidak ada.

Lalu istri korban membuka pintu samping bagian rumah, dan terlihat ada baju warna merah tergantung dan  saat didekati, ternyata korban  menggantung di pohon coklat, di samping rumah korban dengan ketinggian pohon 2,5 meter yang terikat dengan tali tambang berwarna kuning.

Melihat suaminya tewas tergantung, istri korban menjerit, hingga membangunkan anak korban, Dwi Irianto dan saat itu juga lari keluar.

Irianto pun terkejut, melihat ayahnya tewas tergantung dan seketika warga pun mendatangi rumah korban.

Salah satu warga, Sapto langsung menelepon salah satu anggota Polsek Pekalongan dan Ka SPK, Aiptu Sodikun.

Petugas yang turun ke lokasi langsung mengamankan TKP dan menghubungi pihak Puskesmas.

Baca Juga!  Kena OTT KPK, Harta Bupati Mesuji Khamami Rp 22 M dan Punya 13 Mobil

Dan hasil pemeriksaan oleh dr Dewi menyatakan,  korban murni bunuh diri dan tidak ditemukan luka memar atau lebam pada korban dan hanya ada luka jeratan di leher yang mengakibatkan berhentinya pernapasan. Juga didapati lidah korban menjulur keluar, dan celana korban basah di bagian kemaluan.

Menurut keterangan keluaraga, orban mempunyai latar belakang sakit darah tinggi dan struk.

Jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di pemakaman umum di Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

(AS)

Loading...