Beranda Lintas Provinsi Tak Ada Kursi Murid Belajar Kayak Nungging, Puluhan Wali Santri Datangi Disdikbud...

Tak Ada Kursi Murid Belajar Kayak Nungging, Puluhan Wali Santri Datangi Disdikbud Langsa

94
0
Salah seorang wali santri sedang memperagakan anaknya ketika belajar sambil nungging di Yayasan Wahyu Riski, dan saat rapat bersama antara dinas yang diwakili Kabid Pembinaan SD, Suhartini dan penanggungjawab yayasan, Zulkifli Lidan.(foto/edy.s/ist)
Loading...

Buktipers.com – Langsa (Aceh)

Sedikitnya 80 orang ibu ibu wali santri yang anaknya menimba ilmu di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) pada Yayasan Wahyu Riski, Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Langsa, Kamis (10/1/2019).

Kedatangan wali santri itu untuk mempertanyakan kenaikan uang sekolah bulanan dari Rp500 ribu menjadi Rp750, atau terjadi kenaikan cukup besar mencapai Rp250 ribu.

Kenaikan uang SPP itu, menurut para wali santri itu, sangat memberatkan, juga mempertanyakan permasalahan sejumlah janji pihak yayasan yang sampai saad ini belum terealisasi.

Menurut Koordinator wali santri, Andriani Ishak, mereka para wali merasa dibohongi oleh pihak yayasan yang awalnya meminta pertemuan seluruh wali santri, namun yang didapat malah surat kenaikan SPP sebesar Rp250 ribu.

Baca Juga!  Ada – ada Aja…Warga Dikagetkan Aksi Pria Pamer Kelamin

Permasalahan kenaikan SPP ini sempat dipertanyakan kepada pihak pengelola yayasan, tapi pihak pengelola tidak mau bertemu dengan mereka.

“Maka hari ini kita datanggi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa ini,” katanya.

Ditambahkanya,pihak pengelola yayasan selama ini melakukan pembiaran terhadap santri yang belajar di lantai sambil nungging, tanpa ada kursi dan meja.

Baju seragam yang dijanjikan sebanyak tiga pasang, juga belum diberikan, belum lagi persoalan sarana dan prasarana sekolah masih belum memadai sehingga membuat wali santri kecewa.

Sementara itu,Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Langsa, Suhartini kepada para wali mengatakan, pihak yayasan harus sesegera mungkin membuat rapat bersama wali santri.

Serta sesegera mungkin menyediakan segala kelengkapan, seperti yang tertera dibrosur yang dibagikan saat pendaftaran, dan pihak yayasan diminta segera melengkapi baju seragam, meja dan kursi belajar serta ac yang rusak segera diperbaiki serta sarana dan prasarana yang belum terpenuhi.

Baca Juga!  Kisah Pilu Pernikahan di Palembang: WO Kabur, Ribuan Tamu Tak Makan

Menurut Zulkifli Lidan selaku penangungjawab yayasan yang juga hadir dipertemuan dengan wali santri, mengatakan, pada saat pertama pemilik yayasa Saiful Hasbalah tidak mengerti persoalan yang terjadi di yayasan.

“Sehingga ketika wali santri melakukan unjukrasa beberapa waktu lalu, sangat terkejut, jika di yayasan miliknya telah terjadi sejumlah persoalan,” terangnya.

Zulkifli juga mengatakan, bagi wali santri yang merasa keberatan dengan kondisi yang terjadi silahkan membawa keluar serta memilih SMP lain, dan bagi santri yang masih bertahan di yayasan masalah seragam serta meja dan kursi belajar akan dilengkapi secepatnya, sehingga proses belajar para santri semakin lebih baik lagi.

Sementara itu,Nasridin yang juga wali santri mengatakan, persoalan ini jangan sampai dibiarkan belarut sehinga menghambat proses belajar, serta pihak yayasan agar segera melengkapi baju seragam dan mobiler, seperti meja dan kursi yang belum ada, agar para santri tidak lagi harus belajar di lantai sambil nungging, seperti yang terjadi selama enam bulan ini.

Baca Juga!  Hanya karena Ingkar Janji, Jalan Setapak yang Baru Dibangun Dipagar Warga

Selain itu juga dipertanyakan, kenapa pihak yayasan masih menggunakan rekening rekening pribadi dan bukan rekening yayasan.(Edy.S)

Loading...