Tak Mampu Sembunyikan Perasaan, 15 Menit Pertemuan Terakhir Brigadir J dan Istri Ferdy Sambo Berdua di Kamar

0
1
Ilustrasi wajah mendiang Brigadir J, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi. (Instagram @kadivpropam)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Rupanya istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tak mampu menyembunyikan perasaannya pada Brigadir J.

Dia sempat meminta ajudan suaminya untuk mempertemukannya dengan Brigadir J.

Keinginan Putri Candrawathi ini terlaksana. Ajudan sang suami, Bripka RR menjadi saksi adanya pertemuan sekitar 15 menit antara Brigadir J dan Putri Candrawathi.

Dalam pertemuan 15 menit di dalam kamar, istri Ferdy Sambo berada di atas ranjangnya.

Sementara posisi Brigadir J dinilai tidak biasa, yakni duduk bersila di bawah ranjang.

Hal tersebut terlihat jelas dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di dua TKP, yakni Saguling dan Duren Tiga, Jakarta.

Cerita pertemuan Brigadir J dan Putri Candrawathi ini diungkap Bripka RR. Saat itu Bripka RR memang mendapat perintah dari istri Ferdy Sambo untuk memanggil Brigadir J.

Lantaran tak mengetahui kejadian apa yang sebelumnya terjadi, polisi bernama lengkap

Bripka Ricky Rizal ini menurut saja.

Akan tetapi, semua itu harus diakhiri dengan sebuah penyesalan. Bripka RR tegas menolak permintaan Jenderal Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Namun semua sudah terjadi, Bripka RR sudah ditetapkan menjadi satu di antara tersangka pembunuhan Brigadir J.

Dari pengakuan Bripka RR lah terungkap adanya pertemuan terakhir di dalam kamar istri Ferdy Sambo.

Saat itu, dikatakan Bripka RR melalui pengacaranya, Erman Umar, jika Putri Candrawathi meminta Bripka RR memanggil Brigadir J.

Selain itu, Bripka RR juga menyaksikan adanya pertengkaran Kuat Ma’ruf dengan Brigadir J.

Saat itu, Bripka RR mengaku sangat khawatir dengan ketegangan Brigadir J dan Kuat Ma’ruf.

Ketika itu, Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata Brigadir J.

Sejatinya, Bripka RR sempat bertanya kepada Brigadir J soal ketegangan yang dilihatnya.

Namun, Brigadir J tidak menjawab pasti. Brigadir J tidak tahu kenapa Kuat Ma’ruf tiba-tiba marah.

Kemudian, setelah keadaan lebih tenang, Brigadir J menemui Putri Candrawathi.

Bripka RR ketika itu hanya melihat Brigadir J duduk di lantai, sementara PC berbaring.

Diperkirakan kata Bripka RR, pertemuan keduanya kurang lebih 15 menit.

Pemeriksaan lie detector sia-sia

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan jika hasil lie detector bukanlah alat bukti untuk dijadikan acuan. “Lie detector itu bukan alat bukti,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Lebih jauh Kamaruddin Simanjuntak mengomentari gerak-gerik Polri yang diduga seolah membantu menutupi kebohongan Ferdy Sambo.

Hal itu jelas Kamaruddin Simanjuntak, terlihat dari tidak diumumkannya hasil uji kebohongan Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Melihat tingkah Polri, Kamaruddin Simanjuntak menilai akan menjadi masalah baru dalam transparansi.

Jika melihat hasil yang tidak dipublikasikan, Kamaruddin mencurigai kedua tersangka tersebut terbukti berbohong.

Dugaan itu kata dia merujuk pada hasil tes Bharada Richard Eliezer atau Bharad E dan Bripka Ricky Rizal (RR).

Hasil pemeriksaan mereka dikatakan Kamaruddin Simanjuntak, dengan entengnya dibuka begitu saja tanpa ada kendala apapun.

Namun, saat Ferdy Sambo dan istrinya melakukan tes yang sama, mendadak hasil tes poligraf hanya boleh jadi bahan untuk penyidik dengan alasan pro justitia.

“Kenapa Bharada E sama Bripka RR diungkap? Kenapa hasil punya Ferdy Sambo dan Putri tidak diungkap?” tanya Kamaruddin.

Lantas Kamaruddin Simanjuntak menduga jika hasil yang dimiliki Ferdy Sambo dan istrinya, diduga penuh kebohongan.

“Ada kemungkinan hasilnya berbohong. Kan begitu. Mungkin hasilnya tak memuaskan jadi ditutupi,” ujar dia lagi.

 

Sumber : Suara.com