Tak Sampai 1 Hari, Pembunuh Wanita Paruh Baya di Sungai Ujung Padang Ditangkap Polisi

0
182
AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H, menggelar konferensi Pers, terkait penemuan mayat perempuan hanyut, mengambang di aliran sungai, di Dusun Pardomuan Nauli, Desa Ujung Padang, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada Kamis (5/8/2021), pukul 06.00 WIB.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H, menggelar konferensi Pers, terkait penemuan mayat perempuan hanyut, mengambang di aliran sungai, di Dusun Pardomuan Nauli, Desa Ujung Padang, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada Kamis (5/8/2021), pukul 06.00 WIB.

“Korban berinisial NS (49), warga Kelurahan Negri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Korban dibunuh oleh kekasihnya sendiri, di dalam sebuah mobil toyota avanza hitam dengan dijerat memakai tali tas. Setelah tewas, kemudian pelaku menggelindingkan korban ke sungai dan membuang seluruh barang bukti ke sungai untuk menghilangkan jejak,,”ungkap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan SIK MH, saat melakukan konfrensi Pers, di Mako Polres Labuhanbatu, Jum’at (6/8/2021).

Dikatakan Kapolres, pelaku adalah JS (51), warga Dusun III Sei Tukang, Desa Sei Tawar, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Motif pelaku JD melakukan pembunuhan karena merasa kesal terhadap korban yang meminta pertanggungjawaban.

“Si korban meminta pertanggungjawaban dari pelaku karena telah menghamilinya. Karena merasa sudah 1 tahun tidak berkomunikasi dengan korban, pelaku akhirnya melakukan tindakan pembunuhan itu, ”jelas Kapolres.

Hasil autopsy,  lanjut Kapolres, korban mengalami 2 luka patah cincin tenggorokan bagian leher depan, yang mengakibatkan penyumbatan saluran pernafasan hingga akhirnya meninggal dunia.

Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku yang mencoba melarikan diri, pada hari Kamis (5/8/2021), sekira pukul 20.00 WIB, di sebuah rumah makan, dekat SPBU Perbaungan Aek Nabara.

Pelaku sedang menunggu bus untuk menuju Pekanbaru, sebut Kapolres lagi.

“Ketika dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, pelaku mencoba melarikan diri, sehingga diambil tindakan tegas dan terukur ke kaki pelaku,” imbuh Kapolres.

Karena perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 340 jo 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

 

(Syafii Harahap)