Tangani Kasus Brigadir J, Inilah Sosok Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara asal Siborongborong

0
8
Kolase Foto Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J semasa hidup - Kuasa hukum keluarga J, Kamaruddin Simanjuntak. HO/ Kanal YouTube
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com  – Kasus meninggalnya Brigadir J atau Yosua Hutabarat masih menyimpan misteri dan tanda tanya.

Polisi menetapkan Brigadir J tewas dalam insiden baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Polisi juga memberikan keterangan bahwa Brigadir J merupakan pelaku pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Namun, semua pernyataan polisi itu dibantah oleh keluarga Brigadir J. Terutama orangtua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Pihak keluarga pun sudah menunjukkan kuasa hukum untuk melaporkan kasus ini.

Pihak keluarga telah memberikan mandat kepada Kamaruddin Simanjuntak sebagai kuasa hukum dalam kasus tewasnya sang anak.

Penunjukan itu secara resmi dilakukan pada Kamis (14/7/2022) lalu.

Roslin Simanjuntak, bibi dari Brigadir J Hutabarat, menyampaikan penunjukkan Kamaruddin sebagai kuasa hukum karena sebagai orang yang dekat dengan Brigadir J.

Ia mengatakan setelah mendengar bahwa Brigadir J tewas dalam insiden viral ini, Kamaruddin Simanjuntak langsung turun tangan.

Kamaruddin Simanjuntak telah melaporkan kematian Brigadir J dengan dugaan menjadi korban pembunuhan berencana yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022).

Kepada awak media usai melaporkan, Kamaruddin Simanjuntak memaparkan dugaan penyiksaan dan pembunuhan berencana yang diterima Brigadir J.

Ia juga menolak semua pernyataan polisi yang menyatakan Brigadir J tewas usai baku tembak dan pelaku pelecehan seksual.

Bareskrim Polri telah menerima laporan keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atas dugaan pembunuhan berencana, Senin (18/7/2022).

Laporan tersebut teregister dengan nomor STTL/251/VII/2022/Bareskrim Polri tertanggal 18 Juli 2022.

“Laporan sudah diterima betul, pertama legal standing kami ini surat kuasa ya, ini surat kuasanya, jadi kami menerima surat kuasa saya selaku koordinator Kamarudin Simanjuntak,” kata salah satu kuasa hukum keluarga korban, Kamarudin Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Adapun pasal yang disangkakan dalam laporan ini yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 351 KUHP.

Kamarudin menyebut dalam laporan yang dibuat hari ini terlapornya masih dalam lidik.

“Laporan kita telah diterima yaitu laporan tentang dugaan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHP, kemudian jo pembunuhan sebagaimana dimaksud pasal 338 KUHP jo, penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain sebagaimana pasal 351 ayat 3 yaitu tentang penganiayaan berat, itu 3 pasal yang diterima,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kamarudin mengungkapkan pihaknya juga menyertakan sejumlah barang bukti dalam laporan tersebut.

Lalu siapa Kamaruddin Simanjuntak? Berikut Profil Kamaruddin Simanjuntak:

Kamaruddin Simanjuntak merupakan advokat yang berkantor di Jakarta. Kamaruddin lahir di Siborongborong 21 Mei 1974.

Setelah tamat dari SMAN 1 Siborong-borong Tapanuli Utara tahun 1992, Kamaruddin tak pernah berpikir menjadi pengacara apalagi menjadi ketua partai.

Ia merantau ke Jakarta hanya untuk mengadu nasib. Berbekal keberanian untuk mengubah nasib, ia rela tinggal di kolong jembatan.

Kamaruddin sudah memantapkan diri untuk tidak menyusahkan saudara di tanah perantauan.

Selama tiga bulan itu, hidupnya gelandangan, kerja serabutan sekadar untuk bertahan hidup.

Hanya berbekal ijazah SMA, dia kemudian mencoba melamar kerja di perusahaan.

Tahun 1993, dia diterima bekerja sebagai costumer service di sebuah restoran.

Dari sana dia sempat mencoba membangun bisnis kecil-kecilan, tetapi tak berapa lama tumbang. Karena pasang surut dunia bisnisnya, akhirnya jadi sales (tenaga penjual).

Alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI)

Kemudian dia mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Jakarta di tahun 2000.

Ia kemudian mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera.

Kasus pernah didampingi oleh Kamaruddin

Kamarudin pernah menjadi kuasa hukum kasus penodaan agama dari tersangka penodaan agama, Muhammad Kece.

Dalam kasus ini, Kece divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis.

Selain itu, Kamaruddin Simanjuntak juga pernah menjadi kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri saat berseteru dengan Fadlan Muhammad dalam kerjasama bisnis investasi pembangunan hotel di Batu, Malang Jawa Timur pada 2016.

Kamaruddin Simanjuntak juga pernah menjadi kuasa hukum dalam melawan tokoh ternama, di antaranya ia pernah menjadi kuasa hukum pendiri Oi, Indra Bonaparte saat berhadapan dengan Iwan Fals dalam kasus pemalsuan dokumen.

 

Sumber : tribunnews.com