Tangisan Palsu Putri Terkuak, Ternyata Ikut 1 Jam Merancang Pembunuhan Brigadir J, Ikut Skenario

0
2
Kolase foto Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. HO
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Putri Candrawathi sudah tak bisa bersandiwara dengan menangis lagi. Perannya dalam pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J terkuak.

Putri sempat sekali muncul di hadapan publik dengan menangis. Ia menangis dan tetap mencintai suaminya, Ferdy Sambo yang kini ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Meski Putri belum ditetapkan sebagai tersangka, tetapi sudah ketahuan bahwa dia terlibat dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo, Kawasan Duren 3 Jakarta Selatan.

Komnas HAM mengungkapkan Putri ikut bersama dengan tersangka Bripka RR, Kuat Maruf, dan Ferdy Sambo merancang pembunuhan.

Pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat sudah direncanakan matang oleh Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Kabar kemunculan Putri Candrawathi dalam rencana pembunuhan ini memang mengagetkan.

Ternyata, dalam obrolan satu jam di rumah pribadi, mereka sudah merencanakan pembunuhan.

Mereka sekongkol melakukan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal ini diungkap oleh Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik, Selasa (16/8/2022).

Taufan Damanik menyebutkan Kuat Maruf dengan jabatan Asisten Rumah Tangga berposisi sopir Putri merencanakan pembunuhan bersama Bripka Ricky dan Irjen Ferdy Sambo.

Ia disebut bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bripka RR terlibat dalam percakapan 1 jam di rumah Jalan Saguling untuk merancang eksekusi Brigadir J.

Kuat Maruf alias Om Kuat menjadi satu dari empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus penembakan Brigadir J.

Sosok Kuat Maruf yang kini juga menjadi sorotan adalah satu-satunya tersangka dari golongan warga sipil.

Disebutkan polisi sebelumnya, Kuat Maruf menjadi tersangka karena turut menyaksikan aksi penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, beberapa waktu lalu menyebut jika Kuat Maruf punya peran yang sama dengan Brigadir RR.

Bahwa selain menyaksikan penembakan Brigadir J, keduanya yakni RR dan Kuat tak laporkan rencana pembunuhan kepada Brigadir J sebelum tewas.

“Tidak melaporkan rencana pembunuhan itu,” kata Agus ketika itu.

Tak hanya turut menyaksikan penembakan Yosua, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bahkan mengungkap dan menyebut bahwa sopir Istri Ferdy Sambo itu diduga terlibat merencanakan pembunuhan bersama Bripka Ricky dan Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu setelah ada percakapan soal penjelasan apa yang terjadi saat di Magelang, Jawa Tengah.

“Sebelum mereka bergeser ke rumah dinas pada pukul 17:07, ada 1 jam di mana mereka (Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Bripka RR) membicarakan apa yang terjadi di Magelang dan merencanakan (pembunuhan),” ujar Ahmad Taufan Damanik di Kompas TV.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kemudian menjelaskan kronologi Ferdy Sambo tiba dari Magelang hingga merencanakan pembunuhan tersebut pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Saat tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, kata Taufan, Putri Candrawathi melaporkan peristiwa yang terjadi di Magelang kepada Ferdy Sambo.

“Ketika Pak Ferdy Sambo, tiga empat menit kemudian Ibu PC dan rombongan sampai (rumah),” ujarnya di Sapa Indonesia Pagi, dilansir YouTube Kompas TV, Senin (15/8/2022).

“Ibu PC dan rombongan PCR misalnya. Setelah itu, dari keterangan yang kita dapatkan, Ibu PC menjelaskan seluruhnya apa yang terjadi di Magelang,” sambung Taufan.

Setelah mendapat laporan dari istrinya, Ferdy Sambo lalu pergi ke rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kemudian, Ferdy Sambo membicarakan rencana pembunuhan Brigadir J dengan tersangka lainnya.

“Setelah keluar dari rumah itu, menuju rumah dinas.”

“Itu pengakuan FS dan pengakuan dari yang lain-lain,” lanjut dia.

4 Tersangka Terancam Hukuman Mati

Sebelumnya, Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto membeberkan peran empat tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

Berdasarkan keterangan Agus dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022), berikut peran para tersangka yang dilansir Kompas.com:

  1. Bharada E: melakukan penembakan terhadap korban;
  2. Bripka RR: turut membantu dan menyaksikan penembakan korban;
  3. KM: turut membantu dan menyaksikan penembakan korban;
  4. Ferdy Sambo: menyuruh melakukan dan membuat skenario peristiwa seolah-olah terjadi tembak menembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Keempat tersangka dijerat pasal 340 subsider pasal 338 jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP.

Para tersangka pun terancam hukuman mati.

Mengenal Kuat Ma’ruf

Dari seluruh tersangka, hanya Kuat Ma’ruf yang merupakan warga sipil.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan Kuat Ma’ruf merupakan ART dan sopir Putri Candrawathi.

“Saudara KM ART merangkap driver juga,” ujarnya dalam pesan singkat, Selasa (9/8/2022), seperti diberitakan Kompas.com.

Kuat Ma’ruf pernah diperiksa oleh Komnas HAM pada 1 Agustus 2022 terkait kasus Brigadir J.

Saat ini, Kuat Maruf ditahan untuk kepentingan proses penyidikan.

Om Kuat semprot Bharada E

Om Kuat atau Kuat Ma’ruf disebut sempat “menyemprot” Bharada E ketika yang bersangkutan hendak menemui istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Hal tersebut disampaikan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara saat menjadi narasumber di sebuah stasiun tv.

Kejadian tersebut, tepatnya saat Bharada E dan Bripka RR di Magelang, Jawa Tengah.

Ketika itu mereka sedang berada di luar rumah, tiba-tiba ada telepon.

Sosok yang menelepon Bhadara E tersebut tak lain adalah Putri Candrwathi.

Sambil menangis tersedu, Putri Candrawathi menanyakan keberadaan Bripka RR kepada Bharada E.

“Di Magelang itu, Ricki ( Bripka RR) dan Richard ( Bharada E) itu diperintahkan untuk antar makanan anaknya Sambo di Taruna Nusantara,” ucap Deolipa.

“Jam 5-6 sore, ditelepon lah oleh ibu Putri bilang ‘Richard, itu Ricky di mana? tolong kemari’ sembari nangis-nangis,”

“Richard kemudian ngasih handphone ini ke Ricky,” imbuhnya.

Sesampainya di rumah, Bharada E dan Bripka RR langsung bergegas menemui Putri Candrawathi.

Namun tiba-tiba Kuat Maruf menghadang, dan meminta Bharada E tak ikut campur.

“Sampai di rumah, Ricky dan Richard naik ke atas. Tapi ada yang namanya Kuat (bilang) ‘udah, Richard jangan ikut campur’,” ucap Deolipa.

“Karena si Richard enggak mau ikut campur, dia enggak ngerti apa yang terjadi,” imbuhnya.

‘Si Cantik’ Mundur

Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat membeberkan isi pertengkaran antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang pada 7 Juli 2022 lalu.

Pertengkaran itu dianggap sebagai penyebab Brigadir Yosua Hutabarat tewas pada 8 Juli 2022 di Jakarta Selatan.

Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat Kamaruddin Simanjuntak yang hadir sebagai narasumber di Metro TV mengatakan pertengkaran itu mengakibatkan Putri menangis hingga tersedu-sedu.

“Lalu terjadi lagi pertengkaram rumah tangga di Magelang, sampai si ibu nangis-nangis,” kata Kamaruddin Simanjuntak, Senin (15/8/2022).

Kamaruddin Simanjuntak menduga, pertengkaran tersebut dipicu karena Si Cantik yang disebut memiliki hubungan spesial dengan Ferdy Sambo mengadu kepada jenderal bintang dua itu.

Si Cantik mengadu akan mundur dari instansi tempatnya bekerja.

“Diduga si wanita cantik ini mengadu ke si bapak bahwa dia akan mundur dari instansinya, instansi tempat si cantik bekerja,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

“Nah sehingga membuat si bapak ini emosional, lalu bertengkar, ada yang menangis,” imbuhnya.

Ferdy Sambo dengan ajudannya berinisial D, akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah duluan.

Lalu tepat pada tanggal 7 Juli 2022, Brigadir J yang sebelumnya pernah mendapatkan ancaman kembali diancam akan dibunuh.

Sekedar informasi ancaman pembunuhan diterima Brigadir J, karena ia diduga mengungkapkan hubungan asmara Ferdy Sambo dengan Si Cantik kepada Putri Candrawathi.

“Karena terjadi pertengkaran si bapak pulang duluan, naik pesawat. dengan ajudan yang sering menghasut berinisial D,” ucap Kamaruddin.

“Lalu di tanggal 7 dapat ancaman, apabila naik ke atas akan dibunuh, lalu ngadu ke kekasih,” imbuhnya.

Sesampainya Brigadir J dan rombongan Putri Candrawathi di rumah, Ferdy Sambo diduga sudah menunggu, dan kemudian terjadilah pembunuhan sadis tersebut.

“Ketika sudah balik ke rumah, ternyata sudah menunggu di rumah si bapak,” kata Kamaruddin.

 

Sumber : tribunnews.com