Terbentuknya 2 Kelompok P3A Baru di Desa Tanah Merah Perbaungan jadi Polemik

0
87
Ketua P3A Sari Jaya didampingi Bendahara Paiman dan Anggota.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Terbentuknya dua kelompok tani P3A yang baru, di Desa Tanah Merah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, menjadi polemik di masyarakat.

Masalahnya, terbentuknya dua kelompok P3A ini, sama sekali tidak diketahui oleh kepengurusan P3A Desa Tanah Merah yang lama yang sudah ada.

Sebelumnya, kelompok P3A yang lama di Desa Tanah Merah, sudah ada sejak tahun 2017 dan hingga saat ini masih aktif.

Lantaran luas lahan pertanian ada sebanyak 157 hektar, sehingga kelompok P3A kembali dimekarkan, pada tahun 2021 dan menjadi dua kelompok P3A, yakni, Sari Jaya dan Kelompok Mekar Jaya.

Jadi, luas lahan P3A Sari Jaya meliputi tiga kelompok tani dengan luas lahan 95 hektar wilayah kerja.

Sedangkan kelompok kedua P3A Mekar Jaya dari Dusun A dan Dusun B dengan wilayah kerja 140 hektar dengan 5 kelompok tani.

Riswanto (51), warga Dusun C Desa Tanah Merah, selaku ketua P3A Sari Jaya didampingi Paiman, bendahara kepada wartawan, Senin (18/4/2022) mengatakan, adanya pembentukan kembali dua kelompok P3A di Desa Tanah Merah ini sama sekali tidak mereka ketahui dan mereka sebagai kelompok P3A yang lama merasa dirugikan, sebab luas lahan tersebut tertimpa atau tumpang tindih.

Jadi, kita tanda tanya, siapa yang eksis di lapangan. Mendengar adanya kelompok P3A yang baru, kita menjadi sungkan, sementara pengurus P3A yang lama masih tetap mengerjakan lahan tersebut. Kita menambahkan, kelompok P3A yang baru terbentuk ini, belum mengerjakan apa-apapun sama sekali, ucap Paiman selaku Bendahara P3A Sari Jaya.

“Atas pembentukan kedua kelompok P3A yang baru ini, malah tampak kejanggalan. Dimana terbentuknya P3A yang baru tidak ada rapat anggota. Dan menurut infomasi dari salah seorang Perangkat Desa Tanah Merah, terbentuknya 2 kelompok P3A yang baru dibentuk oleh Ruslan sebagai Kepala Desa Tanah Merah,” kata Riswanto.

Ditambahnya, karena P3A ini kan sebenarnya tidak bisa diurus oleh perangkat desa. Namun, kepengurusan P3A yang baru ini, salahsatunya perangkat desa yang terlibat.

Kantor Kepala Desa Tanah Merah, Kecamatan Perbaungan.

“Jika terbentuknya dua kelompok P3A yang baru, berarti ada empat kelompok P3A di Desa Tanah Merah ini, jadi luas wilayah kerjanya dimana, kan tidak mencukupi, karena luas wilayah kerja P3A itu etisnya 50 – 120 hektar,” ucap Riswanto.

Terbentuknya P3A yang baru ini dengan sengaja ingin menonaktifkan kelompok P3A yang lama.

Dugaan kita, terbentuknya P3A yang baru ini karena terdengar adanya proyek dari Kementrian PUPR, perihal Pembangunan Irigasi dan Leningan, kata Riswanto lagi.

Jadi karena adanya rumor pekerjaan proyek ini mau lebaran cair dana, banyak lah pembuatan SK baru, katanya.

Kami selaku kelompok P3A yang lama dan masih aktif merasa dirugikan. Dan kedua, dari terbentuknya P3A yang baru ini sudah menyalahi prosedur dan tata cara pengangkatan dari Undang – undang P3A. Sebab P3A ini perangkatnya yang mengadakan yakni, Program Percepatan Pembangunan Tata Guna Air (P3ATGAI), katanya lagi.

Sementara P3A yang baru ini yang mengangkat mereka Kepala Desanya langsung.

“Dan pengurus – pengurus P3A itukan harusnya yang mempunyai sawah dan juga dia tidak terdaftar di Pengurusan Pegawai di Kantor Desa dan rumornya disini kepengurusan P3A yang baru,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Samsudin, Kepala Dusun B Desa Tanah Merah yang terlibat didalam kepengurusan P3A yang baru, membenarkan kalau dia masuk dalam kepengurusan P3A yang baru dibentuk.

Disinggung perihal apa nama kelompok P3A yang baru dan siapa yang membentuknya, Samsudin pun tidak mengetahui.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Desa Tanah Merah. Dia sama sekali tidak mengetahui perihal P3A itu.

Ironisnya, SK P3A Mekar Jaya yang sudah ada terbentuk, Kepala Desa Tanah Merah, Ruslan tidak mau menandatanganinya dan ditandatangani oleh Camat Perbaungan.

 

(ML.hrp)