Beranda Sumut Terbongkar, Rekomendasi Izin Galian C di Sipispis ‘Palsu’

Terbongkar, Rekomendasi Izin Galian C di Sipispis ‘Palsu’

97
0
Junaedi, Kabid Sarana dan Prasarana Bappeda Sergai.
Loading...

Buktipers.com – Sergai (Sumut)

Surat keterangan (rekomendasi) yang dikeluarkan Pemerintahan Desa Rimbun, Kecamatan Sipispis, sebagai dasar untuk pengurusan izin Galian C diduga “palsu”,.

Surat keterangan bernomor : 18.46.11/545/69/2017 yang diterbitkan pada Oktober 2017, ternyata isinya “fiktif”, tidak sesuai yang diterangkan dengan faktanya. Surat keterangan tersebut, menjelaskan inisial HSS (21), selaku pengelola pemilik usaha pertambangan (Galian C), di Dusun 2, Desa Rimbun, yang akan melakukan perpanjangan izin.

Padahal, atas nama yang tertera di surat keterangan itu, sama sekali tidak mempunyai lahan dan tidak mempunyai usaha pertambangan di daerah itu. Lokasi tersebut, sungai yang belum tersentuh dan masih alami.

Rekomendasi yang dikeluarkan Pemerintahan Desa Rimbun, Kecamatan Sipispis, sebagai dasar untuk pengurusan izin Galian C diduga palsu.

Kepala Desa Rimbun, Sariaman Damanik, ketika dikonfirmasi  buktipers.com, di kediamannya, terkait isi surat keterangan tersebut, mengakui ada kesalahan. Kades juga merasa heran dan menjelaskan, bahwa dia tidak tahu isi surat keterangan tersebut.

Baca Juga!  Galian C yang Dilarang Main Lagi, Dinas LH dan Satpol PP “Kecolongan”

“Anak itu kukenal pun enggak itu. Surat itu bukan aku yang buat. Surat itu (lengkap dengan kop surat logo Pemerintah Daerah) mereka yang buat. Waktu itu, mereka (calo-red) datang sore ke rumah, surat itu udah ada. Aku cuma neken aja, makanya aku heran kok ada perpanjangan? Sementara belum pernah ada dikerjakan, dan enggak ada usaha Galian C disitu, isi surat itu yang buat aku enggak enak,”beber Kades Rimbun.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sergai, melalui Junaedi SP. MP, Kabid Perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana, ketika dikonfirmasi buktipers.com, Senin (14/1/2019), pukul 09:00 WIB, menjelaskan,  “Itu wewenangnya desa, coba konfirmasi sama desa. Kalau menurut dia (desa) ada kesalahan, berarti orang itulah yang salah berarti,”tegasnya. (Irlan.S)

Loading...