Terdakwa Bantah Tentang Sabu 3 Kg, Ini Kata Majelis Hakim Tanjungbalai  

0
439
Ketua majelis, Dr.Salomo Ginting SH.MH beranggotakan Erita Harefa SH dan Daniel AP.Sitepu SH pada sidang lanjutan dengan agenda keterangan terdakwa, Senin (3/12/2018) sempat menegur terdakwa ASY alias Sahri agar tidak berbelit-belit memberikan keterangan.(foto/gani)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tanjungbalai (Sumut)

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai kembali menggelar sidang lanjutan kepemilikan 3 kg narkoba jenis sabu, Senin (3/12/2018). Dalam sidang kali ini, terdakwa dianggap memberi keterangan berbelit-belit dan tak sesuai isi BAP hingga mempersulit jalannya persidangan.

Ketua majelis, Dr.Salomo Ginting SH.MH beranggotakan Erita Harefa SH dan Daniel AP.Sitepu SH, sempat menegur terdakwa ASY alias Sahri agar tidak berbelit-belit memberikan keterangan.

Ketika dimintai jawabannya oleh majelis, terdakwa justru memberikan jawaban yang tidak sama dengan keterangannya yang ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik kepolisian.

Demikian juga ketika majelis hakim berulang mengajukan pertanyaan yang sama, terdakwa malah menjawab dengan jawaban berbeda-beda.

Persidangan yang juga menghadirkan saksi verbalisan dari pihak kepolisian itu, terdakwa tetap membantah dan mengatakan, tidak mengetahui tentang kepemilikan sabu seberat 3 kg itu.

Demikian juga beberapa keterangan lainnya saat di persidangan, jawaban terdakwa tidak sesuai dengan isi BAP yang sudah ditandatanganinya saat di kepolisian.

Karena terdakwa terus membantah dengan mengatakan tidak mengetahui mengenai kepemilikan sabu 3 kg itu, membuat majelis kembali mengingatkan terdakwa agar tidak mempersulit jalannya persidangan, hingga kemudian sidang pun diskors oleh majelis.

Usai mencabut skors, majelis memutuskan agar sidang dilanjutkan kembali dua minggu yang akan datang atau hari Senin tanggal 17 Desember 2018 dengan agenda membacakan tuntutan jaksa penuntut umum.

Untuk diketahui, terdakwa ASY alias Sahri, warga Tanjungbalai ditangkap kepolisian Satres Narkoba Polres Tanjungbalai pada hari Sabtu (21/7/2018) di Desa Bangun Baru, Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Penangkapan itu atas informasi bahwa terdakwa bersama rekannya bernama Zainal (DPO) membawa narkotika jenis sabu seberat 3 Kg yang ditempatkan dalam sebuah jerigen dari Port Klang Malaysia melalui kapal milik terdakwa yang telah disembunyikan di daerah Dok Desa Sei Apung Asahan.

Saat ditangkap, dari tangan terdakwa juga ditemukan 1 botol kaca ukuran kecil berisikan narkotika jenis sabu berat kotor 6,72 gram.

Sesuai isi BAP, saat ditangkap terdakwa mengakui bahwa jerigen berisi sabu itu milik Tam warga Malaysia yang menyuruh terdakwa bersama rekannya Zainal (DPO) untuk membawa sabu itu ke Medan dengan upah Rp12,5 juta perkilo. Upah belum sempat diterima terdakwa, karena sudah tertangkap.

Sabu seberat 3 Kg itu dikemas di dalam 3 bungkus plastik, tiap bungkus berisi sabu seberat 1 Kg. Sementara itu rekan terdakwa Zainal hingga saat ini belum tertangkap, dan pihak kepolisian masih terus memburu dan memasukkannya dalam daftar DPO kepolisian.(Gani/Fauzi)

 

Editor : Maris