Tergiur Upah Rp 3 Juta, Pria Ini Nekat Jadi Kurir 2 Kg Sabu, Kini Pasrah Dituntut 10 Tahun Penjara

0
2
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Br Tarigan saat membacakan nota tuntutannya kepada terdakwa dihadapan Majelis hakim yang diketuai Sulhanuddin di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/12/2022). Tribun Medan/Edward Gilbert Munthe
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Terdakwa kurir sabu yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh dituntut hukuman 10 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/12/2022).

Terdakwa, Dwi Yanta Eka Putra alias Eka (38 ) warga Jalan Tanjung Permai XI A, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dituntut karena tertangkap membawa 2 kilogram narkotika jenis sabu.

Selain tuntutan penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Br Tarigan juga membebankan terdakwa denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara.

“Meminta kepada Majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara,” tegas Maria dihadapan majelis hakim PN Medan, Selasa.

Jaksa menilai, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Hal memberatkan, terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam pemberatasan narkotika,” ucapnya.

Usai mendengar nota tuntutan yang dibacakan JPU, majelis hakim yang diketuai Sulhanuddin memberikan kesempatan kepada Penasihat Hukum (PH) terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan atau pledoi pada pekan depan.

Amatan Tribun Medan, Eka hanya bisa pasrah menerima tuntutan yang diberikan oleh JPU.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria F R Br Tarigan dalam dakwaanya mengatakan perkara ini bermula ketika terdakwa seseorang menawarkan pekerjaan menawarkan paket sabu seberat 2 kilogram.

Terdakwa dijanjikan bakal mendapatkan upahh sebesar Rp 3 juta apabila berhasil mengantarkan barang haram tersebut.

Terdakwa pun menerima tawaran tersebut, hingga akhirnya berangkat untuk menjempu paketan sabu di kawasan Jalan Ring Road dekat kompleks Tasbi 1 Kota Medan.

“Setelah sampai lokasi dan bertemu, terdakwa langsung menyebutkan kode 58, lalu orang yang tidak terdakwa kenal tersebut langsung memberikan satu bungkus plastik kresek warna hitam yang didalamnya terdapat dua bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna hijau bertuliskan Yushan berisi narkotika jenis sabu dan langsung terdakwa simpan dibawah gantungan sepeda motor,” urai Jaksa.

Usai sabu diterima, terdakwa diperintahkan untuk mengantarkan sabu ke Jalan Tani Asli Desa Kelambir V Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dengan kode 501.

Saat dalam perjalan, sepeda motor terdakwa dipepet sejumlah orang yang merupakan petugas Polda Sumut.

“Setelah ditangkap dan diamankan, terdakwa langsung dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang kemudian digantungan barang di tengah sepeda motor yang terdakwa gunakan, ditemukan satu bungkus plastik kresek warna hitam yang didalamnya terdapat dua bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna hijau bertuliskan Yus Han berisi narkotika jenis sabu, setelah itu terdakwa beserta barang bukti dibawa oleh petugas kekantor Polda Sumut,” bebernya.

Terdakwa dan barang bukti kemudian dibawa ke Ditresnarkoba Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga akhirnya, terdakwa menjalani proses persidangan atas kasus menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I (satu) dalam bentuk bukan tanaman tersebut dilakukan tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang.

 

Sumber : tribunnews.com