Tergiur Upah Rp 50 Juta Antar Sabu ke Medan, 2 Pria Asal Aceh Dituntut Hukuman Mati

0
2
Sidang kasus narkotika dua pria asal Aceh yakni Zulfikar alias Fikar (36) dan Syafruddin alias Din (51) dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/7/2022). TRIBUN MEDAN/GITA
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Tergiur upah Rp 50 juta antar sabu, dua pria asal Aceh yakni Zulfikar alias Fikar (36) dan Syafruddin alias Din (51) dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/7/2022).

Kedua pria ini, dinilai terbukti bersalah membawa sabu seberat 20 kilogram dari Lhokseumawe ke Medan.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa masing-masing dengan pidana mati,” ucap JPU Fransiska Panggabean.

Dalam amar tuntutan JPU dari Kejati Sumut itu, adapun hal memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

“Sedangkan hal meringankan, tidak ditemukan,” ujarnya.

Perbuatan kedua terdakwa dinilai JPU melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Immanuel Tarigan menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari kedua terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean dalam dakwaannya mengatakan perkara berawal, pada Rabu, 30 Maret 2022 sekira pukul 08.00 WIB, saat terdakwa Zulfikar alias Fikar dihubungi oleh Bos Cakya (DPO) untuk mengantarkan 1 unit mobil merk Toyota Innova yang berisikan sabu seberat 20 kilogram kepada pemesan di Kota Medan.

“Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh Bos CAKYA untuk berangkat menuju Medan membawa paket narkotika jenis sabu yang ada di dalam 1 unit mobil merk Toyota Innova tersebut,” ujarnya.

Dikatakan JPU Fransiska, keesokan harinya, terdakwa Fikar dihubungi Bos Cakya untuk bertemu di depan Rumah Sakit Cut Mutia Lhokseumawe, setelah bertemu Bos Cakya mengatakan bahwa di dalam mobil ada 20 bungkus paket sabu.

“Kemudian Bos Cakya menyuruh terdakwa Fikar untuk menghubungi terdakwa Syafruddin alias Din (berkas terpisah) untuk ikut bersama dengan terdakwa Fikar ke Medan, selanjutnya Bos Cakya memberikan uang jalan kepada terdakwa Fikar sebesar Rp 2juta,” sebut JPU Fransiska Panggabean.

Lanjut dikatakan JPU Fransiska, kemudian terdakwa Fikar bersama dengan terdakwa Syafruddin berangkat menuju Medan untuk menyerahkan 1 unit mobil merk Toyota Innova yang berisikan paket narkotika jenis sabu kepada penerima paket narkotika jenis sabu beserta mobil tersebut di pintu Tol Helvetia Medan.

“Namun, saat berada di Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh, Desa Paluh Manis Kecamatan  Gebang, Kabupaten Langkat mobil yang dikendarai kedua terdakwa dihadang oleh mobil dari pihak kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut yang sebelumnya telah mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika jenis sabu dari Aceh  ke Medan yang dibawa oleh kedua terdakwa,” ujarnya.

Saat itu juga, kata JPU, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa dan ditemukan barang bukti barang bukti  20 bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna hijau bertuliskan Guanyiwang berisi narkotika jenis sabu seberat 20 kilogram.

“Adapun upah yang dijanjikan oleh Bos Cakya kepada terdakwa Fikar sebesar Rp20 juta sedangkan terdakwa Syafruddin dijanjikan akan diberikan upah sebesar Rp30 juta apabila berhasil menyerahkan sabu tersebut menuju Medan,” sebut JPU.

Atas perbuatannya, lanjut dikatakan JPU, kedua terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk penyidikan lebih lanjut.

“Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan pidana penjara maksimal hukuman seumur hidup atau pidana mati,” pungkasnya.

 

Sumber : tribunnews.com