Terima Kursi Roda dan Sembako dari dr. Indah Hasibuan, Nenek Sartini Terharu Hingga Teteskan Air Mata

0
34
Foto bersama usai menyerahkan bantuan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – dr. Indah Maharani Hasibuan, SE, memberikan bantuan, kepada Nenek Sartini (83), warga Dusun I, Gang Warok Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (24/10/2020), sekitar pukul 14.30 WIB.

Sosok dokter muda kelahiran tahun 1992 itu, menyerahkan bantuan, berupa kursi roda/wheel chair dan paket sembako, berisikan 1 goni beras 30 kg, 1 kotak mie instan, gula pasir 2 kg, dan 2 kotak teh bubuk.

Kedatangan dr Indah Hasibuan, di dampingi penyiar Radio Indah Suara 96.5 FM Sergai, Riyanti dan disambut  anak dari Nenek Sartini yakni Ermawati (48) dan Yulisman (58).

Setiba di rumah, Nenek Sartini yang menderita lumpuh selama 2 tahun tersebut, terlihat terharu hingga berlinang air mata.

dr Indah Maharani Hasibuan juga sangat terharu dan prihatin, setelah melihat langsung kondisi kehidupan Nenek Sartini dan keluarganya.

“Selain menderita lumpuh, ternyata rumah yang ditinggali nenek tersebut juga sangat memprihatinkan,”ujarnya.

Kedatangannya, sebut dr Indah, merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama karena dirinya melihat dari salah satu media online, hingga tergugah hati untuk membantu Nenek Sartini dan keluarga.

“Nenek Sartini sekeluarga, merupakan saudara kita juga yang layak mendapatkan bantuan, sehingga dapat meringankan beban kehidupan mereka. Semoga dengan bantuan tersebut bermanfaat,”katanya lagi.

Putri H Abdul Haris Hasibuan, SE itu, juga mengajak Pemerintah dan para dermawan lainnya agar dapat peduli sesama dengan menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

Saat menerima bantuan tersebut, Nenek Sartini merasa terharu dan bahagia yang terpancar dari wajahnya dengan mengatakan “Mudah-mudahan dr Indah Hasibuan dan keluarga dilimpahkan rezeki dan senantiasa diberikan kesehatan selalu. Jangan lupa shalat ya nak,”pesannya sembari teteskan air mata.

Diketahui sebelumnya, Nenek Sartini, bersama kedua anaknya Dedi (61) dan Yulisman (58), warga Dusun I, Gang Warok, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan.

Rumah berukuran 5×7 meter itu terlihat sekarang tanpa dinding karena baru saja bagian belakang telah ambruk diakibatkan termakan usia, dan mirisnya tidak mempunyai dapur hingga terlihat berserakan, ditambah lagi atap kondisinya bocor.

Sementara anaknya Dedi, juga mengalami strok hingga tidak dapat berjalan dan Yulisman, kini juga pengangguran selama 3 bulan belakangan, karena sulitnya situasi di tengah pandemi Covid-19.

 

(ML.hrp)