Terima Laporan, Polisi Buru Bapak Hantam Anak Hingga Terpental di Sibolga

0
69
Foto: Screenshot video viral bapak pukul anak di Sibolga
Dijual Rumah

Sibolga, buktipers.com – Polisi memburu bapak yang menghantam kepala anaknya hingga terpental di Sibolga, Sumatera Utara. Bapak berinisial RM tersebut dikejar usai laporan kasus dugaan kekerasan terhadap anak ini diterima oleh polisi.

“Dalam proses oleh Sat Reskrim Polres Sibolga,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, Minggu (19/4/2020) malam.

Dia mengatakan laporan diterima oleh pihak kepolisian kemarin malam sekitar pukul 20.40 WIB. Pelapor merupakan kakek korban.

Sormin mengatakan kakek korban melaporkan kasus dugaan kekerasan terhadap cucunya usai melihat rekaman video yang ditunjukkan seorang warga. Polisi juga bakal melakukan visum terkait kasus ini.

“Pelapor merasa keberatan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sibolga guna diproses sesuai dengan Hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia,” ucap Sormin.

Sormin menjelaskan RM merupakan ayah kandung bocah yang dihantam dalam video viral tersebut. Belum diketahui detail motif pemukulan yang diduga terjadi pada Selasa (14/3) itu.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang pria menghantam kepala anak laki-laki hingga terpental di Sibolga viral. Dilihat detikcom, Minggu (19/4), tampak ada seorang pria dewasa mengenakan kaus berkerah dengan motif garis-garis bicara ke seorang anak laki-laki. Bocah itu terlihat tidak menggunakan baju.

Pria itu terus menerus bicara ke anak tersebut dan kemudian menyuruh anak tersebut bicara ke arah kamera. Anak tersebut kemudian menuruti perintah pria itu.

Dia awalnya meminta ibunya pulang. Pria itu kemudian menimpali ucapan anak tersebut dan mengarahkan agar anaknya bicara soal bapak yang sudah tak memperdulikan diri mereka lagi.

“Nggak diperdulikan kami. Nggak dikasih kami makan,” ucap anak itu.

Tiba-tiba pria tersebut menghantam kepala anak tersebut dengan tangan. Anak tersebut terlihat terpental hingga jatuh dan menjerit kesakitan.

R Sormin awalnya mengatakan kakek korban sempat datang ke kantor polisi, namun tak jadi membuat laporan. Dia juga mengatakan bocah yang menjadi korban dibawa orang tuanya ke Padangsidimpuan.

“Kemarin kakeknya sudah datang untuk membuat laporan. Tapi si korban tidak ada. Jadi tidak jadi dia buat laporan. Dari keterangan kakeknya, korban dibawa orang tuanya ke Sidimpuan,” tuturnya.

 

Sumber : detik.com