Terima Titipan 43 Kg Sabu di Rumahnya, Kakek Berusia 77 Tahun Ini Dituntut Hukuman Mati di PN Medan

0
1
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rismayadi Purba saat membacakan nota tuntutan kepada terdakwa di hadapan Majelis hakim dalan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/11/2022). Tribun Medan/Edward Gilbert Munthe
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Sofyan alias Tulang Bin Yusuf Ibrahim dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/11/2022).

Sofyan, kakek berusia 77 tahunn itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rismayadi Purba dalam perkara narkotika jenis sabu seberat 43 kilogram.

“Meminta kepada Majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Sofyan alias Tulang Bin Yusuf Ibrahim, dengan pidana mati,” tegas Julita, Selasa.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemerantasan narkotika di Indonesia.

“Terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” urai Jaksa.

Usai mendengarkan tuntutan, Majelis hakim memberikan kesempatan kepada Penasihat Hukum (PH) terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi pada sidang pekan depan.

Sebelumnya, JPU dalam dakwaannya mengatakan perkara ini bermula pada saat terdakwa dihubungi oleh saksi Wardani Ibrahim alias Ibrahim meminta untuk menitipkan sabu satu malam di rumah terdakwa.

Bukannya melarang, terdakwa malah memperbolehkan.

Selanjutntya Wardani mengatakan bahwa terdakwa Sofyan akan dihubungi oleh temannya.

“Selanjutnya, terdakwa dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal dan bertemu dengan terdakwa di depan Masjid Al-Badar. Dan bersama-sama menuju rumah terdakwa sembari memberikan dua buah tas jinjing bertuliskan Camel Mountain berisi narkotika jenis sabu,” kata Jaksa.

Kemudian Wardani pun dihubungi terdakwa bahwa barang berupa narkotika jenis sabu sudah diterima.

Selanjutnya Wardani menghubungi Acong (DPO), memberitahu bahwa narkotika jenis sabu sudah diterima oleh terdakwa.

“Saksi Wardani diperintahkan oleh saudara Acong untuk menghitung jumlah narkotika jenis sabu-sabu yang ada di dalam dua tas jinjing warna biru. Saat terdakwa menghitung dari dalam tas, diketahui sebanyak 43 bungkus,” bebernya.

Selanjutnya pada 6 April 2022 sekira pukul 22.00 WIB, saksi Wardani dihubungi terdakwa dengan maksud meminta uang untuk sewa rumah menyimpan sabu tersebut.

Kemudian Wardani mentransfer uang sebesar Rp 500 ribu kepada terdakwa.

Lalu pada 10 April 2022, sekira pukul 20.35 WIB BNN melakukan penggerebekan di Gang Juntak No 8, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Terdakwa dan barang bukti 43 sabu diamankan petugas BNN.

 

Sumber : tribunnews.com