Terkait Isu Calo Tanah, Ini Penjelasan Ketua BPD Desa Mamut

0
24
Warga saat berembuk.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Kabar ada calo tanah pertambangan yang meresahkan warga, ditanggapi Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Mamut, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Selasa malam (19/10/2021), sekitar pukul 23.45 WIB.

Mulyadi, selaku Ketua BPD Mamut mengatakan “Mengenai isu ada calo pertambangan yang meresahkan warga Desa Mamut saat ini, itu tidak benar pak”.

“Terkait permasalahan dukungan warga, yang diminta secara paksa seperti isu yang bapak dengar itu tidak pernah terjadi di desa kami, dan benar jika dalam hal dukungan mengenai tandatangan melalui saya, selaku Ketua BPD, namun itu sifatnya bukan paksaan tetapi dilakukan berdasarkan kemauan warga masyarakat sendiri,”katanya lagi.

“Kita menjabat menjadi aparatur desa saat ini atas dukungan warga masyarakat sebelumnya, jadi apa salahnya kita melakukan sesuatu perihal berdasarkan kemauan masyarakat juga pak. Bukan kita  setelah menjabat memaksakan kehendak dan kepentingan kita kepada warga masyarakat,”ucap Mulyadi tegas.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di Desa Mamut pada saat ini tidaklah rumit jika kita sebagai aparatur desa mau sedikit mendengarkan atau  menuruti kemauan warga dan bukan bekerja demi kepentingan pribadi saja.

“Sedikit yang membuat saya heran hingga kini, ada apa dengan kepala desa kami yang bersi keras tidak mau menerima dan memberi dukungan terhadap niat baik pihak ketiga yang jelas-jelas peduli terhadap warga masyarakat yang ia pimpin,”katanya.

Disinggung terkait calo/broker lahan perwakilan yang katanya dari pihak pertambangan membuat warga masyarakat resah, Mulyadi menyebutkan “biar lebih jelas fakta di lapangan, sebaiknya bapak dan rekan-rekan yang lainnya datang saja ke desa kami dan tanya langsung kepada warga kami, bagaimana kejadian sebenarnya, jadi saya tidak di anggap salah bicara dan melakukan pembelaan diri”.

“Nanti bapak datang saja ke desa kami, dan lihat kebenarannya bagaimana hal yang terjadi termasuk juga ada pekerjaan pembangunan jalan bantuan dari provinsi yang tidak enak dipandang mata. Kalau masalah dukungan masyarakat dan opini lainnya yang beredar saat ini, kita juga sudah siapkan surat laporan/pengaduan kepada bapak Bupati,”ucap Mulyadi lagi.

Permasalahan pemanfaatan limbah bukit yang akan dijadikan lapangan bola kaki Desa Mamut, memang benar banyak pihak ketiga yang meliriknya, termasuk juga salah seorang oknum camat hingga sekilas informasi yang kami dapat, oknum camat, pak kades, dan salah satu oknum wartawan dari desa kami buat pertemuan dan berangkat ke Batam, yang katanya bertemu dengan pihak investor, ungkap Mulyadi.

Ditempat yang sama, pengakuan salah seorang narasumber yang enggan namanya dicantumkan dalam pemberitaan menyebutkan, oknum pak yang sanggup memberi panjar harga lahan sebesar Rp. 10.000.000 kepada pemilik lahan. Dan itu melalui Kades, katanya.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya terkait informasi besaran uang panjar lahan warga tersebut, Haji Marjono menyebutkan, “Kalau saya tidak ada bang, “jawabnya singkat, Selasa malam  (19/10/2021), sekitar pukul 23.55 WIB.

 

(R / DL)