Terkait Spanduk Tolak Warga Cina, Pemuda Madina Harap Bupati Cepat Tanggap

0
646
Terkait Spanduk Tolak Warga Cina, Pemuda Madina Harap Bupati Cepat Tanggap
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Madina (Sumut)

Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Serambi Mekkahnya Sumatera Utara, yang juga disebut Kabupaten Negri Beradat Taat Beribadat sudah sudah mulai menuai protes dari beberapa pemuda pecinta adat dan istiadat yang berada di Madina.

Adanan salah satu pemuda menuturkan pada BuktiPers.Com bahwa tenaga kerja asing (cina) nanti ini bisa merusak budaya budaya Mandailing dan kata Negri beradat taat beribadat hanya tinggal nama saja jika tenaga kerja asing bertambah banyak di Kabupaten Madina.

“Pekerja asing ini suatu saat bakal merusak budaya budaya yang ada di mandailing natal. Dan nama negri beradat taat bribadat bakal tinggal nama saja,” tuturnya.

“Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution melalaui Disnaker Madina semestinya cepat tanggap menyikapi hal ini, dan saya yakin masyarakat maupun pemuda Madina banyak kok yang masih pengangguran dan kepandaian warga Madina juga tidak kalah dari tenaga kerja asing. Sumatara barat kenapa bisa menolak tenaga kerja asing,” ungkap Adanan.

Di kutip dari setsanews.com, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat saat ini belum memberikan izin bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di ranah Minang ini. “Saat ini kita belum memberikan izin untuk WNA bekerja di Sumbar,” ujarnya usai membuka Diseminasi Perencanaan Tenaga Kerja di Rocky Hotel, Padang, Senin 14 November 2016 kala itu.

Wagub menegaskan untuk mengantisipasi hal tersebut supaya Sumatera Barat tidak diserbu oleh tenaga kerja asing. Kemudian, perlu persiapan maksimal bagi pencari kerja, baik dari kemampuan berbahasa maupun dari segi keahlian karena pekerjaan yang ada di Indonesia dapat dikerjakan oleh pekerja yang ada di Indonesia.

“Pekerjaan disini dapat dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia, tidak perlu membawa tenaga kerja asing untuk bekerja. Dari segi kemampuan, tenaga kerja kita tidak kalah dengan Warga Negara Asing (WNA) baik itu dari China, Thailand dan Filipina,” ulasnya

“Harapan pemuda kepada Bupati Madina supaya kita bercermin dari pemerintahan Sumatera Barat dan masyarakat Madina juga masih banyak pengangguran,” Adanan mengakhiri. (Me/Red)