Beranda Nasional Terkait TRB dan TSS, Warga Sebut Dahlan Hasan Nasution Pencuri Perhatian Publik

Terkait TRB dan TSS, Warga Sebut Dahlan Hasan Nasution Pencuri Perhatian Publik

334
0
IMG-20180307-WA0005
Loading...

BuktiPers.Com – Madima (Sumut)

Sembilan belas tahun sudah Kabupaten Mandailing Natal, begitu juga dengan kepemimpinan Dahlan – Suheri sudah berlangsung kurang lebih sembilan belas bulan. Sejumlah sorotan positif dan negatif diarahkan publik pada kinerja dan kepemimpinan pemerintah dalam berbagai bidang pembangunan.

Amatan di lapangan, Rabu (7/3/2018) ada tanggapan beberapa masyarakat dari kalangan, pemuda (anak sekolah), Aktifis, kaum ibu rumah tangga tentang pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah. Berbagai sorotan publik yang disuarakan sengelintir orang sepanjang dua bulan terakhir terhadap pembangunan Madina.

Para Generasi Penerus Bangsa (anak sekolah-red) mengatakan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah adalah tempat wisata dan lapangan yang membanggakan buat Kabupaten Mandailing Natal ini, selain tempat wisata di tempat ini juga masyarakat bisa langsung bertatap muka dengan Bupati secara langsung.

Baca Juga!  Bupati Nias Dan Wakil Bupati Nias Mengahdiri HUT Kecamatan Hiliserangkai

“Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah adalah tempat wisata dan lapangan yang sangat kita banggakan. Selain itu di tempat ini kita bisa langsung bertatap muka dengan pak Bupati. Saya sendiri sudah tiga kali jumpa pak Bupati selalu kita dirangkul dan diberi semagat biar kita sekolah yang baik,” tutur ariani siswi MAN Panyabungan.

Terpisah ketua DPD II Gabungan Pemuda Nusantra Takdir Siregar mengatakan kepemimpinan Dahlan – Suheri seharusnya kita kasih jempol bukan opini-opini yang membingungkan masyarakat.

“Kepemimpinan Dahlan-Suheri seharusnya kita kasih jempol atas terobosan-terobosan yang dibuat beliau membangun Kabupaten Mandailing Natal ini. Bengitu juga dengan pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri Syariah yang mana dulu kita ketahui tempat ini adalah tempat yang bisa dibilang semak belukar dan rawa,” pungkas mantan ketua BEN staim.

Baca Juga!  Heboh.. !! Warga Orika Temukan Mayat Membusuk Di Areal Perkuburan

“Dari mana dana kedua bangunan tersebut..? Takdir menjawab dari manapun dananya yang penting pak Bupati Dahlan tidak memakan hak warga. Selaku masyarakat yang benar cinta pada Kabupaten Mandailing Natal seharusnya kita mendukung kegiatan beliau yang membangun Mandailing Natal ini,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa sengelintir orang di medsos mengatakan pembangunan taman raja batu dan TSS tidak sesuai dengan Peraturan. Kalau hanya peraturan yang ditaprak Bupati itupun hasilnya demi masyarakat apa itu salah. Menaprak peraturan demi rakyatnya sendiri. Kita harus bangga masih ada Bupati yang pro rakyat.

Ketau DPD II GPN menambahkan pemimimpin Dahlan – Suheri yang baik, bijaksana dan dicintai rakyatnya mau mendengarkan masukan dari masyarakatnya demi kemajuan Mandailing Natal, dengan demikian Mandailing Natal sudah banyak perubahan untuk kebaikan dari sebelumnya dan yang jadi kebanggaan bagi kita tidak terlepas juga salah satu perguruan tinggi saat ini sudah jadi negri, ini merupakan kebanggan kita bersama atas kerja keras pak Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal.

Baca Juga!  Bupati Nias Utara Sosialisasikan Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2019

“Kebijakan dan langkah Dahlan cenderung “mencuri” perhatian publik, seperti yang dilakukan ketika membangun tapian sirisiri syariah dan TRB hanya beberapa bulan siap. Pembangunan Universitas dan percepatan pembangunan Bandara di Malintang, percepatan pembangunan rumah sakit. Saya bangga punya Bupati dan Wakil Bupati seperti Dahlan – Suheri,” ujar Takdir mengakhiri. (Efendi/Red)

Loading...