Terkait Truk Tronton Dilarang Melintas, Muspika Girsip Mediasi Warga dengan PT Aquafarm

0
304
Pihak Muspika Girsang Sipangan Bolon saat memediasi permasalahan warga dengan pihak PT.Aquafarm Nusantara terkait jalan rusak dan keberadaan truk tronton.(foto/hms/ist)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Permasalahan truk tronton pengangkut pakan ikan PT Aquafarm Nusantara yang ditolak warga melintas di Tigaraja, akhirnya dimediasi melalui Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) se Kecamatan Girsang Sirpangan Bolon (Girsip).

Keterangan yang diperolah Buktipers.com dari pihak kepolisian, mediasi berlangsung Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 10.30 Wib bertempat di Kantor Camat Girsip.

Selain dihadiri warga masyarkat yang keberatan dengan keberadaan truk tronton itu, juga hadir anggota DPRD Simalungun Mansur Purba SE, Camat Girsip Boas Manik SH, Kapolsek Parapat AKP Bambang Priyatno SSos, Danramil 11/Parapat diwakili Bataud Koramil 11/Parapat Serka T.Sianturi.

Juga hadir Sekretaris Kecamatan Girsip Ferry Risdoni Sinaga SH, Kasi Trantib Girsip Nelson Sinaga, Kasi Ekbang Riemsi Manik, Perwakilan PT.Aquafarm Bambang bersama Staff Jhonson Hutajulu dan Budianto S.

Lurah Tigaraja Viktor R.Sijabat, Kanit Intel Polsek Parapat Aiptu M.Nababan, Kanit Lantas Polsek  Parapat Ipda M.Matondang, Kasi Humas Polsek Parapat Aiptu B.Tambunan, Kanit Binmas Polsek Parapat Aiptu L.Naibaho, Bhabinkamtibmas Polsek Parapat Aiptu T.Purba, Kepling I Tigaraja P.Sidabutar, Bhabinsa 11 Parapat Serda Hendri S.

Sedangkan perwakilan masyarakat Tigaraja yang hadir adalah Ingot Manik, dan Mangihut Situmorang.

Pada mediasi itu, Camat Girsip Boas Manik dan Kapolsek Parapat AKP Bambang Priyatno, menyampaikan bimbingan dan arahan dalam pertemuan itu.

Meminta agar pertemuan dilakukan dengan kepala dingin dan hati yang bersih, dan diharapkan agar menjadi pertemuan yang terakhir untuk mengambil keputusan serta dibuat hitam di atas putih.

Selain itu, melalui pertemuan mediasi itu agar lebih diperjelas lagi masyarakat mana yang keberatan dan apa-apa saja yang membuat keberatan tersebut.

Sementara, arahan dari anggota DPRD Simalungun Mansur Purba, pada intinya juga berharap agar  pertemuan mediasi itu merupakan rapat yang terakhir untuk mengambil keputusan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Menanggapi ini, pihak Aquafarm Bambang, mengatakan, beberapa tuntutan dari masyarakat Tigaraja sudah dipenuhi pihak PT.Aquafarm Nusantara, meliputi perbaikan jalan, pengangkut pakan ikan.

Selain itu, aktifitas pagi juga kata Bambang sudah dikurangi demi tidak menimbulkan kemacetan di jam padat pagi hari.

Mengenai angkutan pakan, pihak Bambang selaku mewakili pihak Aquafarm bermohon agar diberikan waktu hingga Januari 2019 untuk mengganti operasional pengangkutan pakan ikan tersebut, alasannya karena banyak aspek yang harus dibenahi untuk menuju ke sana.

Menanggapi ini, Ingot Manik selaku perwakilan masyarakat  menyatakan, tetap tidak mengijinkan Truk Tronton yang membawa pakan ikan masuk lewat Tigaraja sebelum menggantinya dengan roda 6.

Juga tidak setuju diberikan tenggang waktu kepada PT.Aquafarm hingga Januari 2019 untuk mengganti kendaraan pengangkut pakan ikan menjadi roda 6.

Mendengar keteguhan perwakilan masyarakat ini, Parna Sidabutar selaku Kepling, meminta agar warga melunakkan hati untuk sudi memberi tenggang rasa hingga Januari 2019 terhadap pihak PT.Aquafarm, alasannya karena harus berproses lagi seperti membenahi pergantian truk pengangkut pakan ikan dari Tronton menjadi truk roda 6.

Halnya, Mangihut Situmorang berharap agar dalam hal ini bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif, dan menjaga keamanan dan kenyamanan dari masing-masing pihak.

Karena antara pihak Aquafarm dengan perwakilan masyarakat tidak ada titik temu, pada akhir rapat Kapolsek Parapat menegaskan, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas bila terjadi pelanggaran hukum terkait permasalahan tersebut.(hms/red)

 

Editor : Maris