Terkait Ujaran Kebencian yang Dialamaninya, Bupati Kapuas Hulu Ingatkan Jangan Sampai Tiga Kali

0
439
Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir SH.

Kapuas Hulu, buktipers.com – Postingan ujaran kebencian yang beredar luas di media sosial Facebook yang dialamkan kepada Bupati Kapuas Hulu, akkhirnya terupngkap.

Pemilik akun “Raja Rantau” tersebut, ternyata warga Desa Piasak Hulu, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, bernama Juniar (34) alias Ari – Ari yang biasa dipanggil  Ondom.

Dan menyikapi hal tersebut, Bupati Kapuas Hulu,  AM Nasir SH, juga akhirnya angkat bicara. “Saya menyesalkan atas perbuatan yang dilakukan Juniar tersebut. Kalau pemicunya masalah gas elpiji, kan sudah disikapi oleh pemerintah daerah sejak lama,”ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan Nasir, secara teknis Pemda Kapuas Hulu sudah menyikapi, dan Perbup juga sudah dibuat, dimana harga eceran tertinggi sampai kecamatan juga sudah ada.

“Kalau gas langka, itu jangan salahkan Pemerintah dan Bupati,” tegasnya.

Dijelaskan Bupati, oknum yang berkomentar itu tidak tahu apa yang sudah dilakukan Pemerintah, sehingga semaunya mencaci maki individu seseorang.

“Padahal sudah kita atur, kedepannya Bumdes yang mengatur langsung tentang gas.  Nanti bisa saja desa yang menerbitkan kartu untuk penerima gas,” ucapnya.

Ditambahkan Nasir, oknum yang sudah memaki-maki dirinya selalu berujung permintaan maaf, dan tidak diproses hukum

Kalau ada lagi kejadian serupa, kata Bupati, dirinya tidak akan mentolelir. Dan hal itu tetap akan diproses hukum, tegasnya.

“Jangan sampai ada yang ketiga kalinya, pasti akan diproses secara hukum, “tegasnya lagi.

Karena apa yang telah dilakukan oknum tersebut tidak ada etikanya. Itu bisa saja, kalau saya mau ke proses hukum, cuma saya masih ada rasa kemanusiaan, ujarnya.

Untuk diketahui, ujaran kebencian terhadap Bupati Kapuas Hulu sudah pernah terjadi dan berakhir dengan permintaan maaf dan kedua kalinya dilakukan oleh Juniar (34) alias  Ari – Ari yang biasa dipanggil Ondom yang di picu permasalahan yang sama yaitu terkait gas elpiji.

 

(Bayu)