Terlibat Peredaran Narkoba, Seorang IRT di Labuhanbatu Ditangkap Satres Narkoba

0
19
Foto pelaku yang diperlihatkan petugas.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Di bawah kepemimpinan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan SIK MH, melalui Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT), berinisial JS (33), berprofesi sebagai tukang jahit, warga Dusun Kampung Baru Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu.

Tertangkapnya tersangka ini, diawali adanya informasi dari masyarakat dan postingan di media sosial.

Selama sepekan dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku dapat ditangkap, pada Sabtu, 5 Juni 2021 lalu, pukul 12.00 WIB, setelah petugas berhasil melakukan under cover buy.

“Adapun peran tersangka adalah dititipkan 2 paket narkoba sebanyak 2 gram setiap minggunya seharga Rp 650 hingga 700 ribu rupiah dan oleh tersangka menjual seharga Rp 950 hingga 1 juta rupiah. Pelaku mendapat keuntungan Rp350 ribu hingga Rp400 ribu setiap minggunya dan sudah dijalaninya selama sebulan seperti pengakuan tersangka. Terhadap yang diduga pemasok barang masih ditindak lanjuti dengan penyelidikan karena sistemnya dititipkan dan tidak dikenal orangnya,” kata AKP Martualesi, Senin (7/6/2021).

Penangkapan tersangka ini secara kemanusiaan karena kami harus berikan perhatian kepada 3 orang anaknya yang masih kecil dan bersekolah. Sementara suami ibu ini (pelaku,red) sudah divonis selama 9,3 tahun dalam perkara narkoba juga dan sekarang menjadi warga binaan di Lapas. Nanti kami akan komunikasikan dengan keluarga ibu ini. Sementara yang masih mengurus anak – anaknya adalah tetangganya. Apabila dari keluarga tidak berkenan maka kami akan carikan pesantren dan kami juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Labura, jelasnya lagi.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat, sesulit apapun dalam himpitan ekonomi, hendaknya jangan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba karena dilarang undang – undang. Terhadap JS dipersangkakan melanggar Pasal 114 Sub 112 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun,”pungkas Martualesi.

 

(Syafii Harahap)