Ternyata Ini Alasan Panglima TNI Sering Kenakan Seragam Dinas Loreng

0
241
Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com  – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hampir selalu mengenakan seragam loreng saat bertugas. Tidak hanya ketika menghadiri acara-acara TNI, namun juga kegiatan pemerintahan seperti rapat kabinet dan lainnya.

Sikap Panglima yang lebih memilih mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng dibanding pakaian dinas harian (PDH) tak urung menimbulkan pertanyaan. Seperti diketahui, Marsekal Hadi merupakan Panglima TNI dari matra TNI AU. Lantas mengapa berseragam loreng?

Panglima ternyata memiliki alasan tersendiri. Dalam laman resmi TNI, www.tni.mil.id, Panglima menjelaskan alasannya mengenakan seragam tersebut.

”Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan,” kata Marsekal Hadi, dikutip Sabtu (5/10/2019).

Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Marsekal Hadi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (saat ini telah pensiun) sejak 8 Desember 2017. Hadi merupakan perwira tinggi TNI AU kedua yang menjabat pucuk pimpinan TNI setelah Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto.

Dalam kepemimpinannya, Hadi sangat kental menjalin sinergi dengan Polri. Dalam banyak kesempatan, Hadi selalu bersama dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Keduanya juga kompak dengan masing-masing mengenakan seragam PDL.

Berbagai kesempatan saat Panglima mengenakan seragam loreng antara lain kunjungan dinas ke daerah untuk memantau pemadaman kebakaran hutan dan lahan, penanganan korban bencana alam gempa bumi, atau pun saat safar Ramadan beberapa waktu lalu.

Di acara TNI, Panglima juga mengenakannya saat hadir di Latihan Gabungan TNI “Darma Yudha 2019”, serta berbagai kegiatan lainnya, termasuk ketika memantau pasukan yang mengamankan aksi demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta, 1 Oktober 2019.

 

Sumber : iNews.id