Teroris JI di Lampung Diduga Kumpulkan Rp 70 Juta Per Bulan Lewat Kotak Amal

0
2
Densus 88 Antiteror Mabes Polsi. (Foto: dokumen)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengungkap besaran dana yang dikumpulkan tersangka kasus dugaan terorisme di Lampung lewat Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA). Dana itu dikumpulkan dengan modus menyebar kotak amal.

“Setiap bulan rata-rata untuk BM ABA Lampung berhasil menghimpun dana sebesar 70 juta per bulan,” ujar Aswin saat dimintai konfirmasi, Rabu (3/11/2021).

Aswin mengatakan yayasan tersebut menyebar lebih dari 2 ribu kotak amal di Lampung. Sebanyak 780 di antaranya disita Densus.

“Ini merupakan salah satu kantor BM ABA Lampung, ditemukan sebanyak 780 buah kotak amal yang sengaja disembunyikan oleh JI pasca tertangkapnya salah satu Ketua BM ABA, Fatria Sanjaya, tahun lalu di Jakarta,” katanya.

“Selain kotak amal, berhasil disita dokumen-dokumen organisasi dan dokumen keuangan yang diperoleh dari penyebaran kotak amal,” sambung Aswin.

Aswin mengatakan para tersangka tidak hanya menyembunyikan kotak amal itu di kantor LAZ BM ABA saja. Kotak amal juga tersimpan di rumah pengurus yayasan.

“Selain di kantor BM ABA Bandar Lampung yang sekarang sedang digeledah, sebagian kotak amal disimpan juga di kantor BM ABA Pesawaran dan di beberapa rumah pengurus BM ABA lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap tiga tersangka kasus dugaan terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial S (61), SU (59), dan DRS (47) di Lampung. Ketiganya disebut menjabat di LAZ BM ABA yang diduga mengumpulkan dana teroris JI.

“Kami sampaikan mengenai program penggalangan dana tersebut. Ini merupakan sebuah kebutuhan organisasi JI, yaitu pengkaderan atau menyiapkan kader-kader dari generasi JI di mana program tersebut dinamakan jihad global,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

Ramadhan mengatakan dana itu akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke negara konflik. Di antaranya Suriah, Irak, dan Afghanistan.

“Jadi pengumpulan dana, kemudian dana itu terkumpul, mengirim kader-kader untuk dikirim ke daerah-daerah yang merupakan daerah sasarannya. Seperti daerah konflik, negara Syria, Irak, dan Afghanistan,” tuturnya.

Ramadhan mengatakan kader-kader JI itu dikirim untuk latihan militer. Menurutnya, pengumpulan dana ini juga ditujukan untuk membangun hubungan dengan kelompok teroris lain di berbagai negara.

 

Sumber : detik.com