Terpidana Bos BBM Ilegal Ditangkap Kejati Jambi setelah 4 Tahun Buron

0
14
Terpidana Gunardi alias Gun yang ditangkap Tim Tabur Kejati Jambi setelah jadi DPO kasus minyak ilegal selama empat tahun. (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Jambi, buktipers.com – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Jambi dan Kejari Jambi berhasil mengamankan bos bahan bakar minyak (BBM) ilegal di rumah kontrakannya di kawasan 16 Kecamatan Mayang, Kota Jambi.

Terpidana bernama Gunardi alias Gun bin Asran Basri (52), itu telah empat tahun menjadi buronan atau daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Lexy Fatharany mengatakan, DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi tersebut diamankan di rumah kontrakannya di kawasan 16 Kecamatan Mayang, Kota Jambi.

“Terpidana, warga Jalan Berkah, RT 08/04 Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi, berhasil diringkus setelah buron sejak 16 Mei 2016 lalu atau sejak empat tahun lalu,” kata Lexy Fatharany, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan, penangkapan terdakwa berdasarkan putusan MA Nomor: 1851 K/Pid.Sus/2015 tanggal 16 Mei 2016 yang menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Jambi Nomor 10/Pid.Sus/2015/PT.Jmb tanggal 8 April 2015.

“Dia merupakan terpidana dalam tindak pidana migas,” kata Lexy didampingi Kasi A Herika, Kasi Intel Kejari Jambi Rusdi Sastrawan dan Kasi Pidum Kejari Jambi I Putu Eka Suryanta.

Terpidana yang berprofesi sebagai petani ini memiliki dan menyimpan BBM jenis solar tanpa izin sebanyak 2 ton pada tahun 2013 lalu di Tempino, Kabupaten Muarojambi. BBM itu disimpan dalam dua unit tedmon dan 17 jeriken.

Sebelum terpidana berhasil dieksekusi, tim tabur Kejati Jambi memperoleh informasi bahwa DPO sedang berada di daerah 16, Kecamatan Mayang, Kota Jambi. Selanjutnya, tanpa buang waktu lagi, tim langsung bergerak dan menangkap terpidana. Akhirnya Gunardi berhasil dieksekusi saat berada di rumah kontrakan tanpa ada perlawanan.

Terpidana melanggar Pasal 53 huruf c UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan pidana penjara 6 bulan dan denda Rp500.000.000, subsider kurungan 1 bulan.

“Rencananya terpidana kami eksekusi di Lapas Klas II Jambi,” ujarnya.

Sumber : iNews.id