Tersangka Korupsi Bunuh Diri di Kejati Bali, Jaksa Agung Perintahkan Pemeriksaan

0
6
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Jakarta, buktipers.com – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memerintahkan pemeriksaan intensif atas peristiwa bunuh diri tersangka korupsi Tri Nugraha di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin, 31 Agustus 2020. Tri bunuh diri di Toilet Kejati Bali saat akan dibawa ke Lapas Kerobokan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Jaksa Agung memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Amir Yanto untuk memimpin pemeriksaan.

“Atas insiden tersebut, Jaksa Agung memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung untuk melakukan klarifikasi/pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dalam insiden itu,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Pemeriksaan tersebut, menurut Hari, penting dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi kesalahan prosedur yang dilakukan jaksa Kejati Bali dalam pemeriksaan tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang penerbitan sertifikat tanah di Denpasar.

“Untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran SOP atau tidak yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menangani perkara sehingga terjadi peristiwa tersebut,” ujarnya.

Hari menuturkan, sebelum peristiwa bunuh terjadi, tersangka Tri Nugraha sempat kabur saat penyidik akan menahannya. Keputusan itu diambil dengan alasan demi kelancaran dan keefektifan pemeriksaan sekaligus mempertimbangkan semua syarat baik objektif maupun subjektif.

Sekitar pukul 12.00 WITA tersangka meminta izin kepada penyidik untuk salat. Dia diizinkan penyidik, namun setelah ditunggu cukup lama tersangka tidak kunjung kembali ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali.

“Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WITA, tersangka Tri Nugraha ditemukan di rumahnya dan kemudian oleh tim penyidik dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali untuk ditahan di rumah tahanan (rutan),” kata Hari.

Pada pukul 20.00 WITA, ketika tersangka dan tim penyidik dengan pengawalan anggota Polda Bali hendak berangkat ke Lapas Kerobokan, Tri Nugraha meminta izin ke toilet. Tersangka juga meminta pengacaranya untuk mengambil tas kecil yang disimpan di loker.

“Setelah tas tersebut diserahkan, tersangka kemudian masuk ke toilet. Namun sekitar dua menit berlalu dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali. Kemudian dilakukan pendobrakan pada pintu toilet dan tersangka ditemukan terluka di bagian dada sebelah kiri dan terdapat senjata api di dekat tubuh tersangka,” ucap Hari.

 

Sumber : iNews.id