Tersangka Pencabulan Dibawah Umur, Oknum Guru Akhirnya Dibekuk Polisi

0
379
IMG-20180201-WA0023
Loading...

BuktiPers.Com – Tapsel (Sumut)

Usai memeriksa 7 siswi SD Negeri 100314 Huraba yang berada di Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan yang mengaku sebagai korban pencabulan gurunya berinisial KH. Petugas Polres Tapsel akhirnya membekuk tersangka di kediamannya yang berada di Desa Pintu Langit Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu.

Kepada wartawan, Kamis (1/2/2018) siang, Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Tapsel, Iptu Happy MS mengatakan, saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan setelah diamankan tersangkapun diboyong ke Mapolres Tapsel.

“Saat diperiksa, tersangka sama sekali tidak membatah kalau dirinya sering mencium dan memeluk muridnya,” jelas Kanit.

Namun menurut pengakuan (KH) sambung Happy, aksi cium dan peluk yang dilakukannya tersebut merupakan bentuk kasih sayang seorang guru terhadap muridnya. Dimana, KH mengaku kalau cium dan peluk tersebut guna menyemangati murid-muridnya untuk lebih giat lagi menuntut ilmu. Sampai sekarang sudah 7 orang yang mengaku korban cabul tersangka, papar kanit.

Baca Juga!  Permata KPK Pertanyakan Dana Hibah Rp. 1,5 M Untuk Tim PAUS

Kendati demikian, tindakan yang dilakukan KH tersebut dinilai telah melakukan pencabulan. Akibat dari perbuatannya, tersangka bisa terjerat Pasal 81 subs 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Tersangka kita jerat Pasal 81 subs 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Saat diwawancarai wartawan, KH membantah dirinya telah melakukan cabul. Ayah 5 anak ini mengaku dirinya hanya mencium dan memeluk siswanya jika para siswa yang diajarinya mendapatkan nilai bagus.

“Tidak ada saya cabuli. Saya hanya cium saja. Itu pun bentuk sayang sama anak-anak, tidak lebih dari itu. Bahkan, saat mencium itu saya tidak ada nafsu,” akunya.

Baca Juga!  Bupati Tapteng Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekolah MTs N Pinangsori

KH pasrah menghadapi hukuman yang diberikan kepadanya. Sebab, dirinya menganggap hukuman tersebut merupakan cobaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepadanya.

“Pasrah saya menghadapi hukumannya. Soalnya, ini merupakan cobaan yang diberikan kepada saya. Tapi, sekali lagi saya ucapkan kalau saya tidak ada mencabuli mereka,” pungkasnya.

Sebelumnya aksi pencabulan yang dilakukan KH terkuak usai salah seorang korbannya, mengadu kepada orangtuanya kalau dirinya dicium dan kemaluannya dipegang sama KH. Sontak, mendengar pengakuan anaknya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD , sang orangtua tersebut pun kemudian menanyakan kepada teman-teman anaknya.

Alangkah terkejutnya dia kala itu, pasalnya dengan polosnya anak yang ditanyanya tersebut juga mendapat perlakuan yang sama oleh KH. Tak pelak, atas dasar itu para orang tua siswi SD Negeri 100314 Huraba berbondong-bondong mendatangi Polres Tapsel guna melaporkan kejadian tersebut. (Ucok Siregar/Red)

Loading...