Tersangka Penganiaya Perawat di Palembang Bukan Polisi, Ini Profesinya

0
59
Jason Tjakrawinata alias JS menyampaikan permohonan maaf di Polrestabes Palembang. (Foto: Ist)
Dijual Rumah

Palembang, buktipers.com – Pelaku penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Kamis (15/4) siang, bukan anggota Polri. Pelaku merupakan warga sipil dan berprofesi sebagai pedanag suku cadang kendaraan bermotor.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S mengatakan, informasi yang beredar di media sosial jika pelaku merupakan anggota Polri tidak benar.

“Setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka Jason Tjakrawinata (JT) penganiaya perawat berinisial Cr, yang bersangkutan warga sipil biasa sipil yang berprofesi sebagai pedagang suku cadang kendaraan bermotor,” katanya, Sabtu (17/4/2021).

Eko menambahkan, saat ini pelaku sudah ditahan dan masih dalam proses pemeriksaan penyidik Reskrimum Polrestabes Palembang.

Penangkapan tersangka dilakukan Tim Polrestabes Palembang di rumahnya wilayah Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (16/4/2021) malam.

Tidak ada perlawanan dari pelaku penganiayaan. Sementara Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira menyatakan JT (38) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang. Penetapan ini dilakukan setelah diperiksa oleh penyidik.

Tersangka JT kini ditahan dengan pasal berlapis terkait penganiayaan dan perusakan barang sesuai Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena menganiaya perawat RS Siloam dan merusak gawai milik perawat lainnya.

Sebelumnya Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya, Bona Fernando mengatakan, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian memproses orang tua pasien yang diduga menganiaya perawatnya sesuai dengan ketentuan hukum.

“Manajemen RS Siloam menyesalkan kejadian ini dan menyerahkan kasusnya kepada pihak kepolisian untuk diusutnya secara tuntas dan menindak pelaku kekerasan terhadap perawat Cr sesuai hukum yang berlaku,” ujar Bona.

Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya, Tata menambahkan, perawatnya Cr mengalami memar di perut dan wajah akibat kejadian penganiayaan itu.

“Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami, manajemen RS Siloam sangat menyesali perbuatan pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat,” ujar Tata.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu anak JT terduga penganiaya perawat Cr dirawat di lokasi kejadian. Karena sudah diperbolehkan pulang, korban mencabut selang infus dari pasien. Pasien yang merupakan anak berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya.

Akibatnya, bekas infusnya mengeluarkan darah ketika sedang digendong ibunya.

Melihat tangan pasien berdarah, perawat langsung mengganti plester yang berdarah. Hal tersebut dilaporkan istri pelaku melalui gawai kepada JT yang pada waktu itu berada di luar.

“Itu membuat pelaku emosi datang ke RS Siloam melakukan penganiayaan kepada perawat,” ujarnya.

 

Sumber : iNews.id