Terungkap Soal Uang 500 Juta, Bripka RR Baru Buka Suara Alasan Diberikan Putri Candrawathi

0
4
Bripka RR Buka Suara Soal Uang 500 Juta. Ho/ Tribun-Medan.com
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Bripka Ricky Rizal mulai memberi kesaksian baru melawan skenario Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR kini memutuskan harus berhenti mengikuti skenario Ferdy Sambo.

Diketahui, Bripka Ricky Rizal kini mencabut keterangannya soal kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal ini dilakukan Bripka Ricky Rizal karena mendapat dukungan dan semangat dari keluarganya.

Namun, Bripka RR dituduh terima uang 500 juta dari Ferdy Sambo sebagai alat tutup mulut pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, pengacara membantah.

Seperti yang diketahui, kasus tewasnya Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo masih menjadi sorotan nasional.

Kasus pembunuhan Brigadir J kini makin mengerucut setelah dilakukan rekonstruksi dan juga tes kebohongan.

Satu di antara lima tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Bripka RR belum lama ini membuat pernyataan menghebohkan.

Bripka RR mengatakan hal yang sebenarnya terjadi dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Pernyataan Bripka RR itu tak terlepas dari isu uang tutup mulut yang dia terima dari Ferdy Sambo.

Sebelumnya pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan jika para ajudan Ferdy Sambo yaitu Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf yang merupakan sopir keluarga Sambo telah menerima uang dari Ferdy Sambo.

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, uang itu adalah untuk tutup mulut soal kasus pembunuhan Brigadir J.

Dia menyebut, uang yang diberikan sebesar Rp 500 juta.

Merespons pernyataan tesebut, kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar bereaksi

Erman Umar meluruskan bahwa uang yang diterima kliennya bukan uang tutup mulut.

Eman Umar mengatakan, dalam berita acara pemeriksaan yang dia baca, uang tersebut diberikan karena kliennya telah menjaga istri Sambo, Putri Candrawathi.

“Kalimatnya dalam BAP yang saya baca itu ‘karena kalian sudah menjaga Ibu’,” kata Erman Umar, Kamis (8/9/2022), malam

Serba salah

Erman Umar menjelaskan, Bripka RR berada dalam keadaan yang serba salah.

Erman Umar mengatakan, dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kliennya hanya korban keadaan.

Meski demikian, Erman tak mengungkap apakah Ricky menyesal atau tidak.

“Penyesalan apa? Dia(Ricky) ini bukan dia perbuat. Dia korban keadaan,” kata Erman Umar setelah menemani pemeriksaan kliennya.

Menurutnya kliennya mengaku kaget saat diminta Ferdy Sambo untuk memanggil Bharada E.

Sebab itu, dia mengatakan, seharusnya Bripka RR hanya dijadikan saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J itu.

“Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi,” ujar Erman.

Sebab, kata dia, Bripka RR hanya disuruh untuk memanggil Bharada Richard atas perintah Ferdy Sambo. “Dia (Ricky) tidak punya mens rea,” ujar Erman Umar

Ketakutan Bripka RR, Awal Ikuti Skenario Ferdy Sambo Soal Brigadir J

Bripka RR ternyata sempat ketakutan dan ikuti skenario Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.

Hal itu dibeberkan oleh pengacara Bripka RR atau Ricky Rizal, Erman Umar.

Sempat mengikuti skenario Ferdy Sambo, Bripka RR akhirnya memilih berubah pikiran.

Hal itu setelah Bripka RR mendapat kunjungan dari keluarganya, ia tidak lagi mengikuti skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

“Nah itu, jadi yang pertama itu (skenario baku tembak).

Dia berbalik arah itu setelah, mungkin dia didatangi keluarga, adek kandung sama isteri agar mereka minta bicara benar.

Pada saat itu, dia sudah mulai bicara benar,” kata Erman Umar di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Erman Umar menegaskan, saat ini kliennya sudah mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya dan tidak mengikuti skenario Ferdy Sambo.

Selaku pengacara, ia juga selalu mendorong Bripka Ricky untuk terus jujur.

Termasuk, pada saat menjalani pemeriksaan dengan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan.

“Saya sampaikan, ‘ini kamu kalau kamu bohong pasti ketahuan karena ini ada alat untuk mendeteksi.

Tapi kalau masih ada, kamu jujur’.

Dia bilang, ‘tidak, saya akan bicara benar’,” ujar Erman mengulang pembicaraan dengan Bripka RR.

Lebih lanjut, Erman Umar mengatakan, Bripka RR juga takut terhadap Ferdy Sambo sehingga awalnya mengikuti skenario baku tembak tersebut.

Namun, setelah keluarga memberikan penguatan, akhirnya Bripka RR mulai berani mengatakan yang sebenarnya.

“Bukan (ancaman), dia takut. Makanya dalam rangka setelah saya masuk, setelah keluarganya dulu, mulai keluarganya masuk udah mulai berani dia karena keluarganya,” kata Erman.

Diketahui, Bripka Ricky merupakan salah satu dari lima tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Bripka RR disebut berperan membantu dan menyaksikan proses pembunuhan berencana tersebut.

Namun, sama seperti empat tersangka lain, Bripka RR dikenakan pasal pembunuhan berencana, sebagaimana dalam Pasal 340 juncto 338 juncto 55 dan 56 Kitab Undnag-undang Hukum Pidana (KUHP).

Adapun empat tersangka lain yaitu Ferdy Sambo, Bharada Richard, Kuat Ma’ruf (asisten rumah tangga Ferdy Sambo), dan Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo).

Diketahui, semua berawal dari kematian Brigadir J dengan sejumlah luka tembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.

Di awal kasus, Polri menyatakan kematian Brigadir J akibat baku tembak dengan ajudan Ferdy Sambo lainnya, yakni Bharada E atau Richard Eliezer.

Namun, belakangan terungkap bahwa kronologi tersebut palsu. Itu adalah skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

Hasil penyidikan mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo memerintahkan agar Bharada E menembak Brigadir J hingga tewas.

 

Sumber : tribunnews.com