Tiga Bulan Jadi Jurtul Togel, Sudarno Pasrah Ditangkap Polisi di Warung Orang Tuanya

0
186
Tersangka memperlihatkan barang bukti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Perbaungan, berhasil meringkus pelaku juru tulis (Jurtul) toto gelap (Togel), di wilayah hukum Polres Sergai, Rabu (11/3/2020) lalu, pukul 14:00 WIB.

Pelaku yang diamankan, bernama Sudarno alias Darno (45), warga Dusun III, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Dia ditangkap petugas dari sebuah warung kopi milik orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya tersebut.

Dari pelaku, polisi berhasil amankan uang tunai senilai Rp180 ribu dan 1 unit Hp android merek samsung yang berisikan nomor – nomor tebakan togel.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum, melalui sambungan seluler, kepada awak media, Rabu malam (11/3/2020) mengatakan, penangkapan pelaku berkat adanya informasi dari masyarakat, tentang kegiatan perjudian togel di wilayah Dusun III, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Bahkan kegiatan pelaku sudah cukup meresahkan warga sekitar.

Atas informasi tersebut, tim bergerak untuk melakukan penyelidikan, di seputaran tempat kejadian perkara, dan ternyata benar. Petugas berhasil membekuk pelaku, Darno.

“Tersangka ditangkap di sebuah warung kopi milik orang tuanya saat menungu pemasang. Dari pelaku, petugas berahsil mengamankan barang bukti, yaitu uang dan Hp sebagai alat judi togel,”kata Kapolres.

Bapak tiga anak tersebut mengaku sudah 3 bulan sebagai jurtul togel dan berdalih tidak memiliki pekerjaan.

Bahkan hasil penjualan pelaku beromset Rp500 ribu dengan upah 27 persen dari omset penjualan, ujar mantan Kapolres Batubara ini.

Tersangka menyetor ke bandar yang bernama IS, warga Tualang, namun setelah dikembangkan, IS belum berhasil tertangkap.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mako Polsek Perbaungan, guna proses lebih lanjut dan pelaku kita kenakan Pasal 303 ayat (1) ke 1e, 2e, 3e dan ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 10 Tahun kurungan penjara,” tutup AKBP Robin Simatupang.

 

(ML.hrp)