Tiga Mobil Terjebak di Lokasi Banjir Sibaganding, Satu Truk Terbalik

0
586
Tiga mobil terjebak di lokasi banjir berlumpur di Jalinsum Jembatan Siduadua Sibaganding, Parapat. Satu diantaranya mirip Fortuner dan satu pick up L300. Sedangkan satu truk pengangkut barang dagangan terbalik di ruas jalan.(foto/stg/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipers.com-Simaulungun (Sumut)

Tiga mobil terjebak lumpur di lokasi bekas banjir bandang jembatan Siduadua, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Selasa sore (18/12/2018) sekitar pukul  17.09 Wib. Satu truk diantara tiga mobil itu terbalik.

Pantauan Buktipers.com di lokasi bencana, Selasa sore (18/12/2018) pukul 17.30 Wib, nomor polisi mobil mirip Fortuner dan pick up jenis L300 itu belum dapat dikenali, karena tertutup lumpur dan sekarang masih dalam evakuasi petugas Polsek Parapat dan petugas penanggulangan bencana.

Mobil mirip Fortuner yang masih tertutup lumpur itu diinformasikan datang dari arah Parapat menuju Medan. Demikian juga pick up L300 itu datang dan menuju arah yang sama.

Sementara truk pengangkut barang dagangan/kelontong tersebut diketahui sudah lebih duluan terjebak di lokasi.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa, dan ketiganya masih dalam upaya evakuasi petugas kepolisian dan kecamatan, dibantu warga masyarakat setempat.

Keterangan di lapangan, semula truk itu berangkat dari Medan menuju Sibolga, posisinya masih oleng akibat terjangan lumpur dan kayu balok yang terbawa luapan air dari gunung. Terakhir (sore ini) truk tersebut sudah posisi terbalik. Sopir dan kondektur truk pengangkut berhasil selamat dari bencana itu.

Banjir bandang disertai lumpur dan kayu gelondongan terjadi Selasa siang (18/12/2018) sekitar pukul 13.30 Wib.

Datangnya bencana itu sangat tidak diduga-duga, karena saat itu cuaca cerah dan tidak ada hujan ataupun angin kencang.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari aras perbukitan di pinggiran jalan lintas itu, ternyata suara gemuruh itu berasal dari luapan air bak air bah yang tumpah menghantam jalan dan jembatan.

Truk yang terbalik itu BK 8058 BS dikemudikan Erik Sinaga penduduk Huta Sipinggan, Kecamatan Panambean Pane, Simalungun bersama kondkturnya Aknes Simajuntak penduduk Sibolga

Pengakuan Erik, setiba di lokasi, Selasa siang (18/12/2018) sekitar pukul 13.30 Wib mereka sama sekali tak menduga akan terjadi bencana.

Luapan air disertai lumpur dan kayu gelondongan itu seakan ditumpahkan dari gunung. Bersukur, keduanya selamat dari bencana itu.

Cerita Erik Sinaga, selama dalam perjalanan mereka melaju sangat hati-hati dan pelan, karena truk mereka bermuatan barang dagangan/kelontong dengan bobot sangat berat.

Setibanya di lokasi, mereka mendengar gemuruh, ternyata suara itu berasal dari luapan air yang turun dari gunung, disertai balok kayu dan lumpur. Material yang terbawa air itu menghantam bagian kiri badan truk yang mereka kemudian hingga oleng dan rusak.

Semula truk itu masih posisi oleng, tapi sorenya truk yang membawa muatan beban berat itu akhirnya terbalik di ruas jalan.

Pantaun Buktipers.com di lokasi, kayu gelondongan itu mirip seperti kayu olah yang baru dipotong-potong, diduga berasal dari Bukit Simarbalatuk, Kelurahan Parapat.

Hingga sore ini, petugas Polsek Parapat dan pihak Kecamatan Girsip masih bekerja keras untuk memulihkan alur lalu lintas yang tertimbun lumpur, dan tiga mobil yang terjebak di lokasi.

Pihak PT.Bumi Karsa juga menurunkan satu unit alat berat Exavator, hingga evakuasi membersihkan ruas jalan berjalan lancar.

Kapolsek Parapat AKP Bambang Priyatno, di lokasi mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi beberapa pekan terakhir ini, berdampak tingginya ancaman bencana alam di sekitar kawasan Parapat dan Danau Toba.

Kapolsek mengimbau, agar seluruh masyarakat dan pengendara serta pengguna jalan agar selalu hati-hati dimana pun berada.(STG)

 

Editor : Maris