Tiga Orang Diamankan Polisi karena Belangkas

0
230
Ratusan Belangkas yang disita polisi dari para pelaku.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Polisi menangkap tiga orang, yang hendak memperjualbelikan 332 ekor belangkas (tachypleus gigas), satwa dilindungi.

Tiga tersangka yang ditangkap, yakni, Suryadi, Sofian dan Eko Wijaya yang merupakan warga Dusun I, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut). Ketiganya merupakan agen pengumpul kepiting.

“Penangkapan ketiganya, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pengangkutan satwa liar dilindungi dengan sebuah mobil pick up bernomor polisi BK 9460 ZF warna hitam. Dimana, ketiganya ditangkap pada Jumat (2/8/2019) kemarin,” kata Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi, Selasa (6/8/2019).

Mobil yang dikemudikan Sofian, saat itu melintas di Jalan Lintas Tebing Tinggi-Kisaran, tepatnya di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai, sekitar pukul 01.00 WIB.

“Di dalam mobil itu, ditemukan sebanyak 165 ekor belangkas yang disimpan dalam keranjang bambu dalam keadaan hidup. Dan 167 ekor belangkas dalam keadaan mati,” bebernya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap dua orang lainnya, yakni, Suryadi dan Eko Wijaya.

Polisi juga turut serta menyita barang bukti lainnya, yakni, 1 unit mobil pik up Suzuki Carry warna hitam BK 9460 ZF. Barang bukti dan para tersangka telah diserahkan kepada pihak BBKSDA Sumut.

Kepala Seksi Perencanaan, Pengawetan dan Perlindungan (P3) BBKSDA Sumatera Utara, Amenson Girsang menuturkan, pihaknya menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Tebingtinggi, pada Jumat (2/8), sekitar pukul 20.00 WIB.

Sedangkan penanganan proses hukumnya, pihaknya menyerahkan ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah I Sumatera.

“Untuk 165 ekor belangkas yang masih hidup, kita lepaskan di Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut. Sedangkan 167 individu belangkas dikuburkan, di halaman belakang kantor Gakkum,” ujar Amenson.

“Belangkas ini, saya yakin mau dibawa ke luar negeri. Karena pasarnya di sana dan hanya yang bertelur yang laku. Jadi kalaupun mati di pendingin tapi ada telurnya, juga laku,” imbuhnya.

 

(MK.hrp)