Beranda Uncategorized Tiga Rumah Sakit Umum Di Kota Medan Berhenti Penyedia Layanan Pasien BPJS...

Tiga Rumah Sakit Umum Di Kota Medan Berhenti Penyedia Layanan Pasien BPJS Kesehatan

708
0
IMG-20180120-WA0020
Loading...

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Pada tahun 2017 lalu, ada tiga rumah sakit umum di Kota Medan, tidak lagi terdata sebagai provider Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ketiga rumah sakit itu, dua dari Tipe B dan satu dari Tipe C.

Juru bicara BPJS Kesehatan Kota Medan, Ridho, menyebutkan di Kota Medan ada 48 rumah sakit yang telah terdaftar menjadi penyedia layanan BPJS Kesehatan, mulai dari Tipe A hingga Tipe D. “Dari 48 rumah sakit itu, ada tiga rumah sakit yang tidak terdata lagi untuk memberikan jasa pelayanan BPJS Kesehatan, yakni Rumah Sakit Umum Sari Mutiara, Rumah Sakit Umum Martha Friska Multituli yang bertipe B dan Rumah Sakit Umum Ameta Sejahtera bertipe C,” ujar Ridho, Jumat (19/1/2018) kemarin.

Baca Juga!  Terkait Pasca Banjir Serbelawan Simalungun, BPBD Tangani Bertahap

Dijelaskannya, ketidakikutsertaannya tiga rumah sakit itu menjadi penyedia layanan BPJS Kesehatan, lantaran dihentikannya kerja sama. Namun, ketika ditanya apakah kerena sesuatu pelanggaran, Ridho membantah.

“Jadi, bukan BPJS Kesehatan yang memutuskan hubungan kerja sama, tapi atas dasar permintaan dari pihak rumah sakit masing-masing yang mengundurkan diri dari ketidakikutsertaan sebagai penyelenggara BPJS Kesehatan. Artinya, pihak rumah sakit itu ingin berbenah kembali sebelum kembali mendaftar,” katanya.

Sementara itu, untuk penambahan rumah sakit penyedia layanan BPJS Kesehatan tahun 2018, Ridho menerangkan, itu tergantung dari pihak rumah sakit yang ingin mendaftar.

“Penambahan rumah sakit atas dasar permohonan dari rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan kredensialing, pengecekan ke lapangan. Bila sudah lolos kredensialing dan memenuhi persyaratan, baru jadi provider BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga!  Kadis Kesehatan OKUS, Kunjungi Kediaman Penderita Perut Buncit

Pemeriksaan yang dilakukan dalam kredensialing, yakni tim dari BPJS Kesehatan, melakukan pengecekan kelayakan dan kesiapan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pihak rumah sakit. “Jadi, benar-benar dilakukan survei sesuai standar yang ada di BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dihimpun, Runah Sakit Umum Martha Friska Multatuli mengakhiri pelayanannya atas Pasien BPJS Kesehatan, terhitung sejak tanggal 1 Desember 2017 lalu. Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Medan, Ari Dwi Aryani, menyebutkan penghentian kerja sama tersebut atas dasar surat dari pihak Rumah Sakit Umum Matha Friska Multatuli oada tanggal 16 Desember 2017 lalu.

Dalam surat yang disampaikan ke BPJS Kesehatan Cabang Kota Medan, Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli, mengakui ingin memperbaiki sistem administeasi BPJS Kesehatan mereka. Selain itu, juga melakukan peningkatan kinerja verifikator internal, tim anti fraud dan komite medik, serta optimalisasi sistem informasi manajemen rumah sakit dan upaya preventif terhadap kejadian fraud. (DS/Red)

Loading...