Tim Gabungan Gagalkan Transaksi 53 Kg Sabu dari Thailand di Tengah Laut

0
1
Tim gabungan gagalkan transaksi 53 kg sabu asal Thailand di Tengah Laut (Andres Afandi/MNC Portal Indonesia)
Dijual Rumah

Bandarlampung, buktipers.com – Tim gabungan menggagalkan pengiriman 53 kilogram narkoba jenis sabu yang akan diedarkan di Provinsi Lampung.

Tak tanggung-tanggung, penangkapan dilakukan di tengah laut saat para tersangka melakukan transaksi haram itu.

Tim gabungan itu terdiri dari personel Polda Lampung, Polda Aceh, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Bea Cukai Aceh.

Dalam penangkapan ini, puluhan kilogram sabu jaringan internasional Thailand berhasil diamankan.

“Kami gagalkan pengiriman 53 kilogram sabu jaringan Thailand. Petugas terpaksa ke tengah laut Selat Malaka, karena transaksi berlangsung di tengah laut,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung AKBP FX Winardi Prabowo, Kamis (24/2/2022).

Saat diamankan, kata Winardi, sabu itu dibungkus dengan kemasan teh cina. Penangkapaan ini dilakukan di perairan Sumatera Utara (Sumut).

“Kemungkinan akan diedarkan di Lampung,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan kasus pada Januari 2022. Saat itu, polisi menangkap dua pelaku dengan barang bukti 7 kilogram sabu di Bandarlampung.

Saat penangkapan, kata dia, polisi menangkap pelaku WA di rumah kontrakan di Aceh. Dari hasil pemeriksaan AW, diketahui akan ada transaksi sabu di tengah laut.

“Dari situ diketahui akan ada transaksi di tengah laut yang dibawa oleh warga Thailand,” katanya.

Tim gabungan, lanjut Winardi, langsung melakukan penyisiran selama beberapa hari di tengah laut. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kapal-kapal yang dicurigai.

“Tim dibagi di laut dan di darat,” katanya.

Akhirnya, polisi menangkap pelaku berinisial BQ warga Aceh. Dia ditangkap di Pantai Pulau Kampau Sumut. Dari tangan BQ ini, polisi menemukan 53 kilogram sabu uang disembunyikan di dalam kapal motor.

“Kedua pelaku ini diupah Rp23 juta untuk per kilogram,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 dengan ancaman hukuman mati.

 

Sumber : iNews.id