Tindaklanjut Temuan Uang Palsu, Kapolres Simalungun Pimpin Sosialisasi BI  

0
449
Kapolres Simalungun, AKBP Liberty M.Panjaitan bersama Pimpinan Kantor Wilayah BI Perwakilan Siantar, Elly Tjan pada kegiatan sosialisasi pengenalan ciri-ciri uang palsu.(foto/hms/ist)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun

Kapolres Simalungun, AKBP M.Liberty Panjaitan SIK.MH, memimpin kegiatan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah, dalam rangka tindak lanjut temuan uang palsu di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematang Siantar.

Selain sosialisasi ciri uang palsu, juga disertai sosialisasi tentang kebanksentralan, dan gerbang pembayaran nasional. Kegiatan sosialisasi berlangsung Rabu (17/10/2018) sekitar pukul 09.00 Wib sampai selesai.

Hadir dalam sosialisasi, Kapolers Simalungun, AKBP M.Liberty Panjaitan, Pimpinan Wilayah Kantor BI Perwakilan Pematangsiantar, Elly Tjan dan staf-satafnya, Wakapolres Simalungun, para Kabag, Kasat, Kanitres dan anggota Reskrim serta Binmas dan para staf Polres Simalungun.

Acara sosialisasi dibuka Kapolres Simalungun bersama Pimpinan Kantor Perwakilan BI Pematang Siantar.

Kapolres Simalungun sangat mengapresiasi sosialisasi yang dilaksanakan bersama pihak BI, sembari menyampaikan rasa terimakasihnya karena pihak BI telah meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi itu.

“Peredaran mata uang palsu dapat menimbulkan kerawanan yang berpotensi meningkatkan kejahatan jalanan (street crime), serta kejahatan-kejahatan lainnya. Sebagai anggota Polri dan selaku aparat penegak hukum, dalam kurun empat tahun terakhir ada tujuh jumlah tindak pidana yang ditangani Polres Simalungun terkait peredaran uang palsu,” kata AKBP Liberty Panjaitan.

Modus para pelaku pemalsuan mata uang, imbuh Kapolres, pada umumnya sama dengan mencetak dengan menggunakan printer, kemudian menggunakan uang tersebut dan memasarkannya dengan berbagai trik, yakni melihat kondisi pada saat hujan, usia korbannya yang sudah tua, pada malam hari dan lain sebagainya sehingga sulit untuk mengenali uang asli dan palsu.

“Maksud dan tujuan sosisalisasi ini diharapkan dapat mencegah peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Simalungun, dan personil dapat memahami keaslian uang rupiah dan menjadi pioneer (pelopor) minimal bagi keluarga masing-masing,” ujar Kapolres.(Hms)

 

Editor : Maris