Tinjau Jembatan Sidua-dua, Wagubsu Tegaskan akan Tangani Longsor

0
259
Wagubsu, Musa Rajekshah, bersama rombongan, Sabtu (12/1/2019) sore, meninjau kondisi Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Wakil Gubernur Sumatera (Wagubsu), Musa Rajekshah yang biasa disapa dengan (Ijeck), bersama rombongan, Sabtu (12/1/2019) sore, meninjau kondisi Jembatan Sidua-dua Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang sudah beberapa kali tertimbun material longsor dari perbukitan Simarbalatuk.

Setelah meninjau kondisi jembatan itu, kepada buktipers.com, Wagubsu, menyampaikan rencana tindakan yang akan dilakukan untuk segera menangani longsor yang sudah beberapa kali menimbun badan Jembatan Sidu-dua Parapat. Yang pasti tindakan penanganan longsor ini segera dilakukan, tegasnya.

“Ga bisa kita hanya standby menunggu tanah ini longsor-longsor terus, apa jalan keluarnya secara teknis, belum bisa dibicarakan sekarang, tapi saya sudah menelpon Balai Badan Jalan. Hari Senin (14/1/2019) akan datang ke kantor untuk berdiskusi dengan Kadis PU untuk membicarakan apa yang bisa dibantu Provinsi Sumatera Utara untuk menangani longsor di Jembatan Sidua-dua Sibaganding ini,”katanya.

Musa mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk menangani longsor, di Jembatan Sidua-dua Parapat dan akan segera diatasi karena bila tidak segera, ditakutkan bukan hanya jembatan saja yang tertimbun material lumpur, namun secara teknis dikuatirkan badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Parapat, juga akan ikut longsor hingga menimbulkan masalah baru.

“Mudah-mudah ini segera kita kerjakan, kita upayakan segera, bagaimana Jembatan Sidua-dua Parapat, bisa berfungsi, sehingga arus lalu lintas kembali normal,”katanya.

Wagubsu mengajak dan menyerankan kepada pengguna jalan, agar mempergunakan Jalan Lingkar Luar untuk sementara.”Mungkin bukan semua masyarakat mau melintas dari Jalan Lingkar Luar Parapat, Simpang Palang Kecamatan Dolok Panribuan, tembus ke Simpang Sitahoan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon karena jauh, tapi kita upayakan segera, jembatan bisa berfungsi normal,”ungkapnya.

Ini adalah kondisi alam dan bencana alam, saat ini bukan hanya di Sumatera Utara, namun hampir di semua daerah, curah hujan tidak bisa diprediksi. Kita berharap dengan situasi seperti ini masyarakat tetap bekerjasama ke depan untuk menjaga alam, agar bencana ini tidak terjadi, harap Musa.

Dikatakannya, kedepan pihaknya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui Camat, Dinas Kehutanan untuk mengadakan sosialisasi reboisasi penanaman ulang.

Mudah-mudahan lah, longsor ini bisa cepat diatasi, kalau nggak, begini-begini terus selalu longsor. Hari Senin (13/1/2019), kita akan koodinasikan di kantor, minimal mengatasi air dari perbukitan yang selalu menyebar kemana-mana, sehingga menyebabkan material tanah menjadi lumpur disetiap tertimbunnya badan jembatan, katanya. (Stg)