Toilet Senilai Rp 84 Miliar di Pantai Bebas Parapat Rusak, Kadis Pariwisata Sebut Dirusak Pengunjung

0
2
Toilet Senilai Rp 84 Miliar di Pantai Bebas Parapat Rusak, Kadis Pariwisata Sebut Dirusak Pengunjung RTP Pantai Bebas dan Pelabuhan Parapat yang memiliki layanan toilet terbatas mulai dikeluhkan pengunjung, Rabu (27/7/2022). TRIBUN MEDAN / ALIJA MAGRIBI
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Toilet di pantai bebas Parapat senilai Rp 84 miliar tidak dapt difungsikan lagi.

Bangunan toilet yang menggelontorkan anggaran besar itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2022.

Toilet itu dibangun untuk mendukung Destinasi Super Prioritas Danau Toba.

Amatan Tribun Medan, Rabu (27/7/2022), sejumlah pengunjung kesulitan mencari toilet di RTP Pantai Bebas dan Pelabuhan (Depan Hotel Atsari) Parapat.

Pengunjung terpaksa buang air kecil/besar di toilet bilik kayu buatan warga setempat.

Menikmati toilet buatan warga itu, pengunjung terpaksa mengeluarkan kocek sebesar Rp 2.000 untuk sekali masuk.

“Padahal udah megah, tapi toilet kita terpaksa pakai toilet buatan warga yang ada di pojok. Ngeluarin uang lagi Rp 2.000. Ya, mau nggak maulah. Nggak mungkin buang air ditahan,” kata pengunjung.

Sementara itu, pedagang kaca mata yang kerap berlalu lalang menyampaikan, toilet di pelabuhan juga bernasib sama. Nggak bisa dipakai karena dikunci.

“Toilet di sini mati. Airnya katanya nggak ada makanya dikunci,” ujar pedagang kaca mata yang setelah dipastikan oleh reporter Tribun Medan, ternyata memang terkunci.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun, Fikri Damanik menyampaikan pihaknya terpaksa membatasi pengunjung memanfaatkan fasilitas toilet.

Penyebabnya, saat dibuka full untuk umum, fasilitas toilet sering rusak.

“Sebenarnya kita buka, hanya kita lakukan pangaturan waktu buka-tutup, karena ketika dibuka full beberapa waktu lalu, terjadi kerusakan. Airnya hidup dan gak ada yang mati, hanya memang ketika terbuka full banyak kerusakan, maka kita ambil kebijakan kita batasi waktunya,” kata Fikri, Kamis (28/7/2022).

Disinggung terkait skema buka-tutup fasilitas toilet, Fikri menyampaikan, pihaknya menyerahkan kepada petugas kebersihan yang berjaga, yang mana toilet dibuka pada pagi dan sore saja.

“Pengaturannya kita serahkan sama petugas kebersihan. Di pagi dan sore saja dibuka, itupun sebentar, karena kalau kondisi crowded, pengunjung susah diajak tertib,” jelasnya.

Fikri pun menyampaikan, pihaknya memiliki keterbatasan SDM untuk menjaga toilet.

Itu sebanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun mengambil solusi terakhir, yaitu membatasi fasilitas toilet.

“Kesulitannya sebenarnya masalah klasik, dengan jumlah personel yang terbatas. Kita mau mengajak semua pihak menyayangi dan menjaga RTP ini. Karena kalau pembatasan pembukaan merupakan solusi yang terakhir, sebisa mungkin kita bebas mwmbuka ketika kesadaran kita tinggi,” pungkasnya.

 

Sumber : tribunnews.com