Tolak Dipindahkan, Ratusan Pedagang Usir Kadis Perindagsar, Camat Hingga Satpol-PP Sergai

0
82
pedagang Pekan Lelo, di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menolak untuk dipindahkan hingga usir sejumlah pejabat, Minggu (11/7/2021) siang lalu, pukul 13.00 WIB.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Ratusan pedagang Pekan Lelo, di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menolak untuk dipindahkan hingga usir sejumlah pejabat, Minggu (11/7/2021) siang lalu, pukul 13.00 WIB.

Dalam video siaran langsung warga, di media sosial Facebook, terlihat pedagang yang didominasi oleh kaum ibu atau emak-emak tersebut, tampak mengusir Kepala Dinas Perindagsar Sergai, H Karno, Camat Sei Rampah, Nasaruddin Nasution hingga personil Satpol-PP Sergai.

Terlihat juga di lokasi, personil dari Kepolisian dan TNI-AD turut mengamankan.

Aksi spontan ratusan massa itu sempat adu mulut hingga mengusir sejumlah pejabat tanpa sepatah kata pun, mengakibatkan Jalinsum Medan-Tebing Tinggi tampak macet.

Didalam video yang viral itu, teriakan para pedagang bahwa menolak untuk dipindahkan karena tanah mereka tempati untuk berjualan bukan milik Pemerintah, melainkan milik pribadi masyarakat.

“Kami tolak untuk dipindahkan, ini bukan tanah Pemerintah, disini kami cari makan untuk keluarga. Kalian (pejabat-red) ya enak ada gaji bulanan,” teriak warga.

Sementara lokasi baru yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sergai juga tanah pribadi berlokasi di Pasar Rakyat Sei Rampah.

Keadaan kondusif, setelah sejumlah pejabat Pemkab Sergai meninggalkan lokasi Pajak Lelo.

Saat dikonfirmasi, Camat Sei Rampah, Nasaruddin Nasution, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp Senin (12/7/2021) menjelaskan,” Kami datang untuk menghimbau dan mensosialisasikan untuk relokasi pedagang pasar lelo ke pasar rakyat,” ujarnya.

Camat Sei Rampah berharap pedagang mau ikuti program Pemerintah untuk relokasi pedagang ke Pasar Rakyat Sei Rampah.

“Karena lokasi di Pasar Lelo itu tidak memenuhi ketertiban umum dan tidak sesuai RTRW, bahkan tidak ada izin sebagai pasar,” ungkapnya.

Sementara Kadis Perindagsar Sergai, H. Karno saat dikonfirmasi hingga kini tidak menjawab.

 

(ML.hrp)