Transaksi ‘Barang Haram’ di Kebun Warga, Dua Pria Ini Mendekam di Terali Besi

0
402
HH dan temannya J yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika, diamankan di Polsek Tanak Jawa.(foto/hms/ist)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun

Beginilah kalau jiwa sudah dirasuki ‘setan’. Dua pria, inisial HH (32) dan J (22) kini jadi ‘pesakitan’ setelah dicidik petugas kepolisian karena terlibat kasus narkotika.

Kedua pria yang kini mendekam sebagai tahanan di balik terali besi (penjara) itu, diciduk Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun dari kebun milik warga di Huta Palia Borta, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sabtu (13/10/2018).

Awal penangkapan dilakukan polisi setelah memperoleh informasi dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa di areal kebun warga tersebut acap terjadi transaksi narkotika.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol H Panggabean yang baru bertugas di daerah itu langsung memerintahkan Kanit Reskrim, Iptu Jaresman Sitinjak untuk melakukan penyelidikan.

Dengan sigap, petugas memburu ke lokasi. Di lokasi tersebut, petugas melihat ada 2 pria mengendarai sepeda motor BK 2501 TAQ akan memasuki areal kebun warga milik marga Sinaga. Kedua pria itu diduga HH dan J yang diinformasikan warga.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan,” kata Jaresman Sitinjak pada wartawan, Minggu (14/10/2018).

Dari penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti 1 bungkus plastik klip kecil bening,  diduga berisikan sabu dari kantong kiri jaket HH, 1 sepeda motor Yamaha Mio BK 2501 TAQ, 1 helai jaket warna hitam, 1 unit HP merk Nokia type RM 969 warna hitam, 1 HP Nokia type TA 11034 dan uang tunai Rp350.000.

Setelah diinterogasi, HH mengaku barang tersebut dibelinya dari DS di Huta Buntu Palang, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan.

Secepatnya polisi melakukan pengembanghan, DS pun diburu. Namun petugas belum berhasil menemukan DS. “Tapi tim kita masih tetap melakukan pencarian terhadap DS,” kata Jaresman.

Malam itu, HH dan J beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsekta Tanah Jawa untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Jaresman Sitinjak.(Hms)

 

Editor : Maris