Transaksi Bisnis Online, Motif Pembacokan Gadis Cantik Di Pantai Ngliyep Malang

0
2126
IMG-20171230-WA0026
Loading...

Buktipers.com – Malang

Penganiyaan yang berakhir pembantaian yang di alami seorang gadis bernama Fenna Selinda Rusmati (16) ang tercatat sebagai pelajar SMU 1 Brantas Karangkates kabupaten Malang yang di lakukan oleh temannya sendiri yaitu Nadia (18) warga desa Kalisari kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Gadis yang di bantai secara sadis ini akhirnya neninggal dunia setelah di rawat beberapa saat di RSUD Panggung Kepanjen Kabupaten Malang karena luka-luka yang di alaminya.

Sang ayah korban Ismanto 44 tahun menceritakan awal kejadian putrinya mengalami kejadian tragis sebagai berikut”malam itu kamis 27-12-2017,pelaku dan korban sempat bertengkar,karena anak saya fenna menanyakan pada nadia tentang pesanan bedak yang di pesan anak saya tidak kunjung datang dan fenna meminta uangnya kembali, tapi pelaku Nadia tidak mau kalau uangnya di minta lagi,karena menurut Nadia uangnya sudah di transfer pada agen bedak yang di pesan.
Tapi fenna ngak mau menunggu dan tetap minta uangnya yang sudah masuk sekitar 1.000.000 tetap kembali.
Persilisihan itu sempat saya lerai.
Dan hari jumat 29-12-2017,Nadia menjemput Fenna dengan alasan mau ngasih uang nya di pantai Ngeliyep.
Dan bilang sama saya perginya ke kafe dekat pantai.Mereka boncengan sepeda motor”.terangnya.

Baca Juga!  CURI HP ROMBONGAN JAMAAH HAJI, SEORANG IRT DIAMANKAN POLRES PALOPO

Menurut informasi yang di kumpulkan team buktipres dari saksi mata di lokasi kejadian Sulis/Metek 48 tahun mengatakan sekitar jam 10.00 Wib di petak 111 c dekat pintu loket,saya hendak mencari rumput dan bertemu dengan pelaku membawa pisau.

“Saat saya tanya mbak untuk apa bawa pisau,si mbak itu bilang mau cari buah markisa dekat sini pak jawabnya,lalu dia pergi dengan mengendarai sepeda motor.
Selang beberapa menit,saya melihat korban yang berjalan dari semak-semak dengan terhuyung-huyung dan berlumuran darah,saya sempat menolong korban dan korban sempat cerita serta menyebut nama pelaku, selanjutnya saya melaporkan pada anggota kepolisian bapak Suwito 40 tahun yang saat itu lagi nge Pam di kawasan Taman Wisata Ngeliyep dan di teruskan ke Puskesmas Donomulyo, dan kemudian di bawa ke RSUD Kepanjen namun kemudian meninggal dunia”. Terangnya.

Baca Juga!  Kejari Aceh Tamiang Kembalikan Kerugian Keuangan Negara, Sebesar Rp. 2,3  Milyar

Tim Jatanrad Reskrim Polresta Malang akhirnya menangkap pelaku beberapa jam setelah korban meninggal dunia.

Menurut Kasad Reskrim Polres Malang AKP.Aziz Prantas Guspitu menjelaskan”ND di tangkap di rumah pacarnya di kawasan Donomulyo.

Dalam pengakuannya tersangka setelah menganiaya korban sempat duduk di bawah pohon pisang. Kemudian meninggalkan korban mengendarai motor beat bernopol N 6823 IW,menuju ke rumah salah satu temannya.

‘Setelah dari rumah temannya pelaku pergi ke rumah pacarnya, dan saat di tangkap pelaku sedang berbincang dengan pacarnya. Untuk kemudian kami bawa ke TKP untuk mencari barang bukti pisau yang di gunakan untuk menganiayaa korban. pelaku beralibi pisau itu bukan miliknya,namun sudah ada di jok motor pelaku yang terbungkus jaket korban.
Sebelum berangkat menurut pelaku korban sempat memasukan jaketnya ke jok motor pelaku. Setelah dari TKP sekitar pukul 22.45 Wib,petugas mengelandang pelaku ke Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang”.tegasnya Kasat Reskrim (hermin/red)

Loading...